Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bisnis Masker Kain

Bisnis masker kain mulai menggeliat di tengah pandemi COVID-19 yang telah banyak menelan korban jiwa dan melumpuhkan kegiatan ekonomi dunia.

 

Masker kain menjadi pilihan bagi banyak masyarakat di tengah sulitnya memperoleh masker yang biasa dipakai tenaga medis, seperti masker NH95. Jikalau ada, harganya bisa sangat mahal. Penjualan pun dibatasi untuk memastikan pasokan yang cukup bagi tenaga medis saat bertugas.

 

Walau tak seefektif seperti masker tenaga medis, masker kain tetap bermanfaat menjaga badan dari potensi tertular virus tersebut daripada tidak memakai sama sekali.

 

Tidak mengherankan banyak UMKM yang beralih usaha membuat masker kain, baik skala kecil hingga besar. Jika Anda termasuk salah satu yang tertarik menggeluti bisnis masker kain, belum terlambat. Berikut kami sajikan panduan penting memulai bisnis masker kain bagi Anda:

 

Mengetahui Potensi Bisnis Masker Kain

 

Ketahui terlebih dahulu hingga kapan bisnis masker kain akan marak. Hal ini penting untuk menghitung besaran modal produksi, proyeksi keuntungan, strategi pemasaran hingga modifikasi motif kain sesuai perkembangan tren yang mungkin terjadi.

 

Kabar baiknya adalah himbauan memakai masker kain akan berlangsung cukup lama mengingat belum ada prediksi pasti kapan pandemi ini akan berakhir.

 

Selain dari segi hitungan waktu, bisnis ini akan cerah mengingat permintaan yang meningkat seiring dengan anjuran di atas. Anda bisa memulai bisnis ini dari level pengecer, pemasok, dropshipper hingga membuatnya dalam skala besar.

 

Mematuhi Protokol Kesehatan

 

Jangan lupakan syarat wajib masker kain yang bagus bagi tubuh. Bagaimanapun juga, kesehatan harus tetap nomor satu dibandingkan meraup keuntungan semata.

 

Cari tahu protokol kesehatan dalam membuat masker kain. Salah satunya adalah menurut rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, berikut ini:

 

1. Melindungi seluruh tepian wajah 

 

Masker yang baik harus bisa menutup bagian tepi wajah, seperti tepian pipi, selain pipi. Masker harus cukup lebar hingga bisa dikatakan sebagian wajah tertutup sempurna. Anda cukup meniru model standar masker sekali pakai atau cenderung bulat, seperti masker N95.

 

2. Menggunakan tali pengikat

 

Masker kain mutlak mengandung tali pengikat agar bisa tetap di tempatnya meski Anda atau konsumen nantinya aktif bergerak kemanapun. Perlu dicatat untuk mensurvei beberapa jenis ukuran tali pengingat atau karet telinga untuk menyesuaikan dengan bentuk wajah calon pembeli nantinya. Dengan demikian, mereka dapat bebas memilih masker kain sesuai ukuran wajah yang membuat mereka tidak perlu sering membetulkan maskernya.

 

3. Bahan kain yang pas agar tidak berubah bentuk saat dicuci

 

Tetapkan bahan kain yang kuat, seperti kain Oxford dan katun minyak, sehingga masker kain nantinya tidak berubah bentuk saat dicuci. Anda dapat pula memilih kain katun 100% atau kain katun yang ditenun tanpa campuran benang lain dimana ia tidak akan melar saat ditarik. Ini sesuai rekomendasi dari Johns Hopkins Medicine.

 

4. Nyaman dipakai

 

Yang terpenting masker kain nantinya tidak menghalangi pernapasan. Oleh karena itu, pilihlah kain yang tidak terlalu tebal sehingga tercipta ruang untuk bernapas secara leluasa.

 

Membuat Masker Kain Sendiri Agar Beda

 

Sebenarnya, Anda bisa membeli masker kain di jasa konveksi lalu tinggal memasarkannya. Akan tetapi, cara ini besar kemungkinan membuat masker kain Anda terlihat monoton.

 

Nah, tidak ada salahnya Anda belajar membuat masker kain agar produk Anda mempunyai keunikan tersendiri. Berikut tahapannya:

 

Bahan-bahan:

 

  •         Kain perca untuk bagian
  •         Kain katun untuk sisi dalam
  •         Karet untuk tali masker
  •         Gunting
  •         Jarum
  •         Benang yang disesuaikan warnanya dengan kain
  •         Kardus bekas atau karton untuk membuat pola
  •         Jarum pentul
  •         Penggaris
  •         Pensil
Cara Membuat:

 

  1. Cuci tangan dan jika perlu, gunakan cairan desinfektan untuk membersihkan seluruh peralatan yang akan digunakan terutama kainnya.
  2. Buatlah pola masker kain dari kardus atau karton dengan pola di bawah ini:  

    bisnis masker kain
    img source: YouTube/Achan’s Diary
  3. Potong kain perca dan katun menurut pola. Lebihkan 0,7 cm pada bagian atas dan bawah, dan 1,5 cm untuk bagian samping.
  4. Lipat kain katun dan kain perca lalu jahit bagian berbentuk V dengan terlebih dahulu menusuknya dengan jarum pentul agar kain tidak bergeser.
  5. Setelah bagian “V” dijahit, satukan kain perca (untuk lapisan luar) dan kain katun (untuk lapisan dalam).
  6. Tusuk dengan jarum pentul di berbagai sisi untuk mencegah pergeseran kain.
  7. Jahit dengan tangan sekeliling kain tersebut menjadi satu dengan pola apapun asalkan kokoh. Sisakan bagian samping untuk tidak dijahit.
  8. Balik masker yang telah dijahit, lalu lipat bagian samping (yang belum dijahit tadi) ke arah tengah, lalu jahit kembali.
  9. Untuk bagian tali masker, terlebih dahulu lipat bagian samping ke arah tengah, lalu jahit. Lakukan langkah ini untuk bagian samping masker yang satunya.
  10. Siapkan dua tali karet dengan beberapa varian panjang sesuai ukuran wajah yang lazim ada di pasaran. Namun untuk masker normal, cukup sediakan tali sepanjang 33 cm.
  11. Masukkan tali tersebut dengan bantuan peniti ke dalam lipatan masker di bagian samping.
  12. Ikat tali karet agar bisa dipakai dan lakukan langkah ini untuk bagian  yang satunya lagi.
  13. Masker wajah sudah jadi dan siap dijual.

Untuk tutorial lebih lengkap bisa disimak video dibawah ini:

Menghindari Kesalahan Umum Memproduksi Masker Kain

 

Ketahui kesalahan yang umum terjadi saat menghasilkan masker kain lalu hindarilah. Contoh kesalahan tersebut adalah memakai warna polos, seperti biru dan putih, karena bisa membingungkan calon pembeli. Mereka akan menganggap masker kain tersebut adalah masker kesehatan sebab warna yang identik.

 

Di Indonesia sendiri, masker bedah biasanya berwarna hijau. Oleh karena itu, pilihlah warna yang berbeda atau gunakan motif dengan warna serupa agar tidak mengelabui masyarakat.

 

Hindari memilih warna yang sama untuk bagian luar dan dalam agar pembeli nanti tidak menggunakannya secara bolak-balik. Anda juga menyiasatinya dengan memilih motif yang berbeda untuk bagian dalam dan luar. Ini penting agar virus yang di bagian luar tidak berpindah ke wajah hanya karena pembeli membalik bagian luar menjadi sisi dalam yang langsung bersentuhan dengan kulit wajah.

 

Kemudian, pilih kain yang minimal tiga lapis untuk perlindungan solid serta pastikan ukuran tidak terlalu kecil. Sebagai patokan, ukuran masker memiliki perbedaan sekitar 17,5 x 9,5 cm dengan lipatan untuk memudahkan menariknya mencapai dagu.

 

Memilih Cara Pemasaran Kekinian

 

Yang terakhir adalah menentukan cara promosi masker kain Anda. Pilihlah cara online, seperti media sosial, marketplace hingga aplikasi chat gratis, agar masker kain Anda mudah dikenali.

 

Buatlah konten yang menarik untuk menyesuaikan dengan motif masker kain tersebut. Lengkapi dengan informasi seputar COVID-19 hingga kata-kata motivasi agar tetap semangat meski #kerjadarirumah saja. Tampilkan konten melalui foto menarik, bahkan jika perlu potongan video cara pembuatan masker kain tersebut.

 

Semoga bermanfaat!

 

Referensi: KoinWorks dan Kumparan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *