Ingin Ternak Ikan Nila? Cek Dulu Yuk Cara Pembuatan Kolam yang Tepat

Untuk membudidayakan ikan nila, kolam tanah liat adalah pilihan yang paling cocok. Kolam ini sangat direkomendasikan karena lebih menghemat biaya dan praktis. Pembuatan kolam ikan hanya membutuhkan lahan dan tenaga kerja untuk menggalinya.

 

Selain itu, tanah liat sebagai permukaan dasar kolam mempermudah dalam pengembangbiakan jasad renik, plankton dan sejenisnya. Kesemuanya merupakan makanan ikan nila. Dari sini saja Anda sudah memperoleh banyak keuntungan. 

 

Pertimbangkan faktor sebelum mulai membuat kolam. Elemen yang dimaksud adalah selera Anda sendiri, kebutuhan dan anggaran pembuatan kolam. Tak lupa sertakan lubang kecil pada pojok kolam untuk sirkulasi. Buatlah bentuk lubang tersebut berukuran miring untuk memudahkan pembersihan air kolam nantinya.

 

Setelah kolam selesai dibuat, jangan langsung menggunakan kolam . Beberapa hal harus diperhatikan terlebih dahulu hingga kolam benar-benar siap untuk digunakan. Ternyata bukan kolam baru saja yang menerapkan hal ini, tetapi kolam yang sudah lama dan sering digunakan untuk budidaya ikan juga harus melakukan ini.

 

Dalam pembuatan kolam ikan, Anda harus pula mensterilkan kolam bekas budidaya ikan sebelumnya. Hal ini untuk menyingkirkan potensi penyakit pada ikan sebab mungkin saja kolam bekas tersebut mengandung mikroorganisme berbahaya. 

 

Pembuatan kolam ikan mesti menempuh persiapan yang matang. Tahapan ini penting dan berlaku untuk kolam baru dan kolam lama untuk pembudidayaan ikan air tawar.  

Di bawah ini adalah proses persiapan pembuatan kolam ikan tanah liat: 

 

pembuatan kolam ikan
Sumber Foto : dayaternak.com

1. Mengeringkan kolam

 

Keringkan kolam untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin bersarang di dasar kolam. Anda dapat mengeringkan dasar kolam hingga tanah retak. Hindari kondisi dimana dasar kolam malah membantu yang kurang baik bagi kolam itu nantinya. Proses ini memakan antara tiga dan tujuh hari apabila kolam memperoleh sinar matahari terik. Untuk mengecek apakah dasar kolam membatu atau tidak, injak dasarnya. Jika masih menyisakan jejak sedalam sekitar 2 cm saat menginjaknya maka dasar kolam masih aman atau tidak membatu.  

 

2. Membersihkan kolam

 

Pertama-tama, cangkul atau bajak permukaan kolam sedalam 10 cm. Tahapan ini berguna untuk mengambil sampah atau kerikil yang tersisa. Anda dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah sembari membersihkan kolam. Anda perlu untuk membersihkan lumpur hitam yang berbau busuk apabila mengendap pada kolam sebelumnya. Lumpur tersebut sebenarnya adalah sisa pakan sebelumnya yang tidak habis.  

 

3. Menaruh kapur

 

Tahapan ke-3 ini bermaksud untuk mengurangi keasaman tanah. Anda dapat memakai kapur dolomit atau kapur pertanian. Caranya, taburkan kapur tersebut dengan dosis 5 kg per 100 meter persegi atau 500 kg per hektar. Lalu, aduk kapur itu dengan tanah sembari pastikan kapur itu masuk ke tanah sedalam 10 cm.  

 

Baca juga : Kisah 5 Peternak Sapi yang Berhasil Sukses Walau Minim Modal

 

4. Memupuk kolam

 

Dalam tahap ini, tumbuhan renik dan plankton bisa kembali hidup. Cara memasaknya sebagai berikut. Pilihlah pupuk organik, yang bisa berupa pupuk kompos dan pupuk kandang. Ambil takaran 1-2 ton untuk kolam ukuran 1 hektar. Dengan kata lain, dosis pupuk antara 10 dan 20 kg per 100 meter persegi. Anda harus menyesuaikan dosis tersebut sesuai ukuran kolam Anda nantinya. Tunggu antara tujuh dan 14 hari. Setelah masa tersebut usai, Anda dapat menambahkan pupuk kimia. Pilihan dapat berupa pupuk urea dengan takaran 0,7 kg per 100 meter persegi atau pupuk TSP berbobot 0,25 kilogram per 100 meter persegi. 

 

5. Mengairi kolam

 

Fase terakhir ini sebaiknya ditempuh melalui beberapa tahap. Pertama-tama, airilah kolam setinggi 20 cm. Biarkan dasar kolam tersebut terkena sinar matahari dengan mendiamkannya selama satu atau dua hari. Cara ini dapat berguna untuk menumbuhkan calon pakan ikan nila. Tahap terakhir adalah mengairi kolam dengan tinggi antara 60 dan 70 cm. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *