Corona Jadi Peluang UMKM Penuhi Pasar Barang Impor

Tidak dipungkiri, virus terbaru Corona, COVID-19, membuat panik akan pasokan bahan pangan utama di pasaran. Saat berita pertama kali virus tersebut muncul di Depok, panic buying terjadi di banyak tempat di Jakarta. Keresahan akan ketersediaan bahan pangan membuat warga ibukota memborong bahan makanan.

 

Saat pandemi global seperti sekarang, banyak negara yang menetapkan status lockdown atau pembatasan keluar masuk orang dari rumah masing-masing kecuali untuk urusan mendesak. Kondisi seperti ini justru membuka peluang UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

 

Adalah staf khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atau UKM, Tubagus Fiki Satari, yang menyebut pemanfaatan peluang UKM saat ini bisa menyelamatkan perekonomian bangsa.

 

Ia menambahkan sektor UMKM dapat menyuplai produk impor yang berasal dari berbagai negara yang kini menerapkan kebijakan lockdown, terutama dari Tiongkok. Agar berjalan maksimal, Tubagus menyarankan adanya strategi penguatan lokal dengan cara memasok ke pasar dalam negeri atau mengubah ekspor ke negara yang masih membuka keran impor.

 

Salah satu sektor yang memperbesar peluang UMKM saat ini adalah makanan dan minuman. Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang disampaikan pada awak media usai kegiatan Ngetem X KUMKM, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (9/3/2020). Impor terbesar adalah dari sektor makanan, hal ini bisa disubtitusi dengan produk UMKM sehingga market akan menyerah bahkan buah dan sayur tropis bisa disubtitusi produk lokal. 

 

Terhentinya impor makanan dan minuman dari luar negeri harus bisa dimanfaatkan UMKM nasional untuk meraih kepercayaan konsumen dalam negeri akan kualitasnya. Selain makanan dan minuman, sektor rempah-rempah bisa menjadi bidikan peluang UMKM berikutnya. Rempah-rempah tersebut mencakup jahe, temulawak dan kunir. Harga jahe dan temulawak sempat diberitakan meroket karena kasus COVID-19.

 

Menurut Beliau, sebenarnya kenaikan harga tanaman herbal berdampak positif. Khusus untuk sektor herbal, Beliau mengakui produk pertanian belum terhubung langsung dengan proses industri makanan dan minuman herbal di UMKM. Ini menjadi pekerjaan rumah kementerian terkait dan pelakon usaha ini untuk mengolah bahan baku pertanian guna menjadi makanan dan minuman yang dibutuhkan tersebut. Hal ini membuka peluang UMKM berimbas ke para petani lokal.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *