Cross-Selling dan Up Selling Senjata Tingkatkan Omzet Bisnis Anda

Tidak hanya sekadar berjualan, pebisnis juga harus menguasai strategi pemasaran agar produk yang mereka jual laku keras. Ada beberapa strategi pemasaran yang digunakan oleh para pebisnis. Yang paling sering digunakan adalah teknik cross-selling dan upselling untuk menawarkan lebih beragam produk atau produk lebih mahal sesuai keinginan konsumen.

 

Cross-selling adalah taktik penjual menawarkan produk lebih beragam untuk melengkapi produk awal yang dibeli oleh seorang konsumen. Di sini, penjual merekomendasikan produk tambahan terkait dari barang yang pertama kali dibeli. Contohnya adalah jika Anda menjual produk kosmetik, rekomendasikan produk lip balm di saat mereka membeli lipstik.  

 

Upselling merupakan teknik mendorong konsumen berbelanja model dengan harga lebih mahal tetapi masih dalam merk atau kategori produk yang sama. Sebagai penjual, Anda harus mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan. Tawarkan nilai lebih dari produk lebih mahal tersebut ke mereka.

 

Contohnya, seorang konsumen melihat smartphone OPPO seharga Rp4 juta dengan RAM 16GB. Kemungkinan ia tidak akan tergiur melihat penawaran smartphone VIVO senilai Rp7 jutaan. Berbeda jika dia melihat smartphone senilai Rp4,5 juta dengan RAM dua kali lipat yang Anda rekomendasikan. Taktik ini mengajarkan agar sebagai penjual, Anda harus mencarikan produk berharga lebih mahal yang sebanding dengan produk asli yang sebelumnya ingin ia beli. 

Faktor Penting dalam Cross-Selling dan Upselling

 

Cross-Selling dan Up Selling
Sumber Foto : indianonlineseller.com

1. Harga 

 

Tidak dipungkiri, harga penting sekali dalam transaksi pembelian. Dalam teknik cross-selling, patut diingat bahwa harga jual harus lebih rendah daripada harga asli bila produk dijual terpisah. 

 

Sementara contoh upselling yakni menawarkan diskon atau gratis ongkos kirim untuk minimal pembelian tertentu. Cara ini diharapkan bisa menambah jumlah penjualan.

2. Menggunakan Teknik Soft-Selling 

 

Teknik soft-selling adalah kebalikan cara hard-selling. Metode hard-selling adalah menawarkan langsung produk ke calon pembeli. Saat ini, cara tersebut kurang tepat. Pilihkan teknik soft-selling dengan merekomendasikan produk atau mendidik calon pelanggan mengenai produk yang Anda jual.

 

Sebagai contoh, sertakan kalimat ajakan “konsumen yang membeli A juga membeli B” atau “kilaukan penampilanmu dengan produk Z”. Tambahkan manfaat produk yang Anda rekomendasikan jika perlu. 

 

Misalnya, jika Anda menjalankan bisnis penjualan laptop, Anda bisa sekaligus menjual mika pelapis laptop. Jelaskan manfaatnya sebagai lapisan anti gores sehingga tampilan laptop akan tetap menarik.

Baca juga : Lima Rahasia Tingkatkan Penjualan Toko Online Anda

 

3. Menjaga Tampilan Website Toko Tetap Sederhana

 

Batasi rekomendasi produk untuk upselling dan cross-selling tiga produk saja dalam sekali tampilan untuk produk yang dilihat oleh calon pembeli. Terlalu banyak rekomendasi akan membuat website “ramai” yang malah memunculkan kesan “memaksa berjualan”. Alih-alih meningkatkan penjualan, calon pembeli bisa jadi malah pergi meninggalkan website Anda

 

Demikianlah detil cross-selling dan upselling yang bisa #mitrasukses KITADIGI coba Semoga berhasil! 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *