Intip Rahasia Sukses 3 Pengusaha Minuman Kopi Kekinian Indonesia

Seiring dengan tren dan budaya minum kopi, bisnis kopi di Indonesia semakin menjamur, khususnya pengusaha kopi kekinian. Karena mulai dari kalangan remaja, dewasa hingga orang tua menjadi bagian dari pecinta kopi di Indonesia  saat ini. 

 

Banyak para pebisnis pemula yang menjajal peruntungan bisnis kopi. Tren bisnis minuman kopi kekinian, nyatanya berdampak positif terhadap perekonomian. Banyak pihak yang disejahterakan, mulai dari petani, pengolah, hingga masyarakat umum yang terserap menjadi tenaga kerja di sebuah kedai kopi.

 

Ada banyak kisah inspiratif pengusaha kopi Indonesia yang pasti bisa menginspirasi jutaan pemuda Indonesia untuk berkarya memulai bisnis. Termasuk ketiga kisah sukses dari pengusaha kopi kekinian berikut.

 

1. Kopi Kenangan

 

Kedai Kopi Kenangan didirikan oleh tiga millenial yakni, Edward Tirtanata, james Prananto dan Cynthia Chaerunnisa, kedai kopi ini pertama kali dibuka di wilayah Jakarta Selatan tepatnya di Rumah Mantan Menara Standard Chartered pada tahun 2017. Berawal dari kedai yang hanya berukuran 5 x 2 meter persegi hingga kemudian mereka berani untuk mengembangkan bisnis dengan membuka 10 gerai.

 

Cynthia Chaerunnisa salah satu pendiri kopi yang banyak diminati generasi milenial ini, bercerita bahwa bisnis ini diawali dari skala kecil. Namun sejak bisnis itu dimulai, Kopi Kenangan sudah memiliki mimpi yang besar, seperti salah satunya yaitu, membawa produk kopi Indonesia ke tingkat Internasional.

 

Sampai saat ini gerai Kopi Kenangan sudah tersebar di delapan kota di Indonesia dengan jumlah 324 gerai. Menu yang disediakan juga bukan hanya kopi saja tetapi juga ada menu teh dan aneka camilan. Dalam melebarkan ekspansinya, Kopi Kenangan juga turut merambah ranah digital dengan mengembangkan aplikasi seluler. Hingga kini, aplikasi tersebut menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh dalam kategori makanan dan minuman Indonesia.

 

Sejauh ini Kopi Kenangan telah memiliki 3.000 tenaga kerja atau karyawan. Harapan mereka adalah bisa menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan. Pada akhir 2020 Kopi Kenangan berencana menambah lagi gerainya hingga mencapai 500 gerai. Dengan ini harapan mereka untuk dapat memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan di kota dan kabupaten di Indonesia akan segera tercapai.

 

Kabar baiknya, Kopi Kenangan sudah mendapatkan banyak investor besar untuk makin melebarkan sayapnya. Rencana yang dibuat Kopi Kenangan berkaitan dengan dana tersebut adalah untuk memperkuat operasinya di Indonesia, investasi teknologi, meluncurkan produk baru, dan mensejahterakan karyawannya. Selain itu Kopi Kenangan juga berencana menawarkan ragam produk makanan dan minuman dari pedagang lokal dan mengembangkan cloud kitchen.

 

Baca juga: Bisnis Kopi Salak, Sajian Antimainstream yang Bisa Jadi Ladang Cuan

 

2. Janji Jiwa 

 

Pendiri dari kopi Janji Jiwa ini adalah Billy Kurniawan. Sejak awal memulai bisnis, ia telah berkomitmen untuk saling memberikan yang terbaik bagi seluruh pecinta kopi Indonesia dengan sajian segelas kopi lokal terbaik.

 

Dimulai sejak Mei tahun 2018 kopi ini merupakan salah satu brand lokal yang berkontribusi dalam mempopulerkan coffee culture di Indonesia. Kopi Janji Jiwa sejauh ini telah memperluas bisnis kedai kopinya hingga 700 gerai yang sudah tersebar di 50 kota Indonesia. Berkat itu kopi Janji Jiwa mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atau MURI dengan kategori “Pertumbuhan Kedai Kopi Tercepat Dalam Satu Tahun”.

 

Nama Janji Jiwa dan taglinenya yang unik yaitu #kopidarihati diciptakan oleh Billy. Hal tersebut memiliki alasan yaitu merupakan sebuah janjinya sebagai owner untuk membuat kopi brand lokal terbaik Indonesia.

 

3. Coffee Toffee

 

Bisnis ini dijalankan oleh pasangan suami istri Odi Anindito dan Rakhma Sinseria, mereka tidak hanya menjual minuman yang berbahan dasar kopi tetapi coklat dan teh juga.

 

Ide bisnis muncul dari sang suami yang pernah bekerja paruh waktu di kedai kopi yang ada di Melbourne Australia semasa berkuliah. Ditempat itu Odi mengetahui bahwa 12 dari 30 menu kopi yang disajikan ternyata berasal dari Indonesia. Modal awal yang dikeluarkan adalah Rp 5 juta. Tercetus nama Coffee Toffee alasannya karena ketika diucapkan mempunyai irama yang bagus.

 

Berawal dari membuka kedai di garasi rumah mereka yang berada di Surabaya, kini Coffee Toffee memiliki 113 gerai yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan dengan omzet milyaran setiap bulannya. Wajar jika Coffe Toffe mendapatkan banyak penghargaan yaitu pada Indonesia Franchise Startup Award 2009 versi majalah info Franchise, kemudian pemenang I Wanita Wirausaha Femina-BNI tahun 2010, dan sebagai The Best in Business Franchise.

 

Baca juga: Tips Agar Aroma Kopi Tidak Hilang Dalam Kemasan Aluminium Foil

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *