Jualan Keripik Singkong Cuma Modal 50 Ribu Bisa Untung Banyak, Ini Rahasianya!

Keripik singkong merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Indonesia adalah salah satu negara penghasil singkong yang sangat melimpah. Wajar saja jika di Indonesia kaya akan berbagai sajian berbahan dasar singkong. Ada ribuan pebisnis UMKM yang berbisnis jualan keripik singkong di Indonesia. 

 

Hal itu melahirkan fakta bahwa jualan keripik singkong tetap eksis dan tak lekang oleh perkembangan zaman. Hingga kini, keripik singkong mampu beradaptasi dengan perkembangan selera dan trend. Ada banyak inovasi keripik singkong dengan berbagai macam varian rasa.

 

Keripik singkong kerap dijadikan camilan. Makanan ini memang tidak tampak istimewa,namun banyak penikmatnya yang ketagihan dengan cita rasa makanan yang gurih ini.

 

sumber foto: blog.mekar.id

 

Tanpa disadari keripik singkong bisa menjadi usaha yang sangat potensial dan bisa menghasilkan keuntungan jika ditekuni. Seperti salah satu contoh pria paruh baya dengan tiga orang anak ini yang memiliki usaha produksi keripik singkong di rumahnya.

 

Asmiadi adalah seorang petani coklat yang berasal dari kota Kulon Progo. Tanpa disengaja, sang istri membuatkan keripik singkong yang menurutnya sangat enak dan renyah. Hingga akhirnya ia berinisiatif untuk menjual keripik singkong sebagai usaha sampingannya. 

 

Memulai Usaha

 

Meskipun awalnya usaha ini hanya dijadikan sebagai usaha sampingan, siapa sangka ide jualan keripik singkong ini bisa menghasilkan omset luar biasa. Meskipun ia sudah mampu menghasilkan cukup uang dengan menjadi anggota sebuah koperasi biji coklat. Bahkan ia mampu menyuplai salah satu brand coklat di Indonesia.

 

Namun sayangnya cokelat produksi Kulon Progo bukanlah jenis cokelat dengan kualitas terbaik, sehingga membuat harga jualnya tidak terlalu tinggi. Meski sukses memproduksi biji coklat dalam jumlah besar, tidak lantas mampu membuatnya kaya.

 

Itu sebabnya Asmiadi memutuskan untuk membuka usaha sekaligus mengisi waktu luang dalam mengurus kebun coklatnya. Meskipun hanya dengan modal 50 ribu dan membuka usaha dirumah saja, ia mulai memproduksi keripik singkong pertamanya.

 

Strategi Pemasaran

 

Dalam memasarkannya, Asmiadi menitipkan keripik singkong buatan istrinya tersebut ke pasar di kawasan Kalibawang dan Samigaluh. Awalnya ia hanya memproduksi sepuluh kilogram per tiga hari, namun hingga kini permintaan pun kian meningkat sampai sepuluh kilogram per hari.

 

Kesempatan besar pernah didapatkan oleh Asmiadi ketika mahasiswa yang tengah menjalankan KKN di desanya mengajak kerjasama untuk menjadi supplier untuk kedai yang mahasiswa itu jalankan. Mulai dari situlah, usaha keripik singkong Asmiadi mulai melebarkan sayapnya hingga membuka penjualan ke Yogyakarta, ia melihat adanya peluang dari kedai yang tersebar di Yogyakarta.

 

Baca juga: Cara Membuat Keripik Singkong Sederhana

 

Ia membuat sampel produk dalam kemasan kecil dan menawarkan ke beberapa penjaja dan kedai makanan kecil di seluruh Yogyakarta. Tak cukup sampai disitu, ia juga sampai masuk ke beberapa pasar dan ke beberapa kawasan supermarket kelas menengah. Meskipun banyak penolakan, akhirnya semua usahanya berbuah manis. Beberapa pesanan masuk sampai akhirnya sebagian besar beralih menjadi pelanggan yang mengambil stok keripik singkong. Setidaknya dua sampai tiga kali seminggu ia selalu mendapatkan orderan rutin.

 

Asmiadi membutuhkan waktu dua setengah tahun untuk mengembangkan usaha keripik singkongnya hingga berhasil menjual dalam kapasitas yang tinggi. Saat ini demi memenuhi kebutuhan kapasitas, ia membeli lahan di sisi rumahnya untuk membuat dapur khusus. Ia juga merekrut sekitar sepuluh karyawan yang terdiri dari tenaga produksi maupun penjualan.

 

Perkembangan pesat usahanya ini tidak membuat Asmiadi merasa puas, ia tetap berusaha untuk terus menyempatkan diri mencari pasar-pasar baru dan mencari relasi untuk melakukan kerjasama baru dengan pedagang makanan kecil di sekitar Yogyakarta.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *