Cek Yuk Kisah Sukses Jualan Kue Lapis Bisa Raih Rp42 Miliar Per Bulan

Memberi buah tangan kepada saudara atau teman tersayang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya saat selepas pulang berlibur. Budaya tersebut pun menghasilkan ide bagi pasangan suami istri yang bernama Rizka dan Jati untuk berbisnis dengan jualan kue lapis.

 

Ia mendapatkan inspirasi usaha karena sering merasa repot saat membawa buah talas dari Bogor sebagai oleh-oleh untuk saudara di kampung halamannya Surabaya, Jawa Timur. Rizka pun mendapatkan ide untuk menjadikannya makanan siap saji yang lebih praktis dibawa kemana saja.

 

Penghasilan Jualan Kue Lapis yang Menguntungkan

 

Jualan Kue Lapis
Sumber Foto : travelingyuk.com

Kini penghasilan pasangan suami istri tersebut mencapai angka Rp 500 Miliar setiap tahunnya. Namun dibalik kesuksesan tentunya ada perjuangan dan rintangan yang dilewati hingga terciptalah Kue Lapis Bogor Sangkuriang yang sangat terkenal. itu semua berkat niat dan kegigihan. Dengan modal nekat Rizka dan Jati keluar dari pekerjaan tetapnya, dan mencoba peruntungan di bidang bisnis kuliner sampai berjualan bakso keliling.

 

Saat setelah 3 tahun menjalani usaha kuliner baksonya tidak menunjukkan hasil yang baik. Lalu usaha ini harus ditutup karena merugi. Sampai pasangan ini harus merelakan mobil, motor dan menunggak pembayaran rumah demi menanggung kerugian. 

 

Namun mereka tak patah semangat, mereka mencari ide untuk melirik bisnis di bidang oleh-oleh. Bagi mereka, Bogor merupakan salah satu daerah yang berpotensi untuk didatangi banyak orang karena banyaknya tempat wisata yang bisa dikunjungi.

 

Hanya bermodalkan Rp 500 ribu dan mixer milik sang mertua, Rizka yang mengaku tidak bisa memasak, tetap ingin belajar dan mulai mencoba membuat talas. Setelah berhasil membuat kue lapis yang telah dicobanya beberapa kali, mulailah dia mencoba untuk memasarkan produknya.

 

Baca juga : Dulu Jualan Kue, Sekarang Raup 2 Milyar dari Jualan Hijab

Memproduksi Ribuan Kotak Kue Lapis Setiap Harinya

 

Jualan Kue Lapis
Sumber Foto : grid.id

 

Tak hanya sekedar memasarkan jualan kue talas miliknya, Rizka juga sempat melakukan pelatihan-pelatihan, salah satunya Wirausaha Muda Mandiri. Ia juga senang berilmu kepada para senior wirausahawan yang berada di bidang yang sama. Rizka menjadikan lini pemerintahan sebagai target pertamanya untuk buah tangan para tamu. Dan, benar saja usahanya kini berbuah manis.

 

Ia dan suami kini sudah bisa memproduksi kurang lebih 4.300 kotak setiap harinya, dengan harga kisaran antara Rp 25–30 ribu. Saat ini dia telah memiliki 8 kompetitor yang siap bersaing dengan produk serupa di Bogor. Namun ia masih bisa mempertahankan eksistensi dan kualitas produknya agar tak kalah saing.

 

Bahkan ia sangat berani mengklaim produknya tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali dan menjaga kehigienisan produknya itu. Berkat kegigihannya, pasangan suami istri ini bisa menghasilkan omzet Rp 42 miliar setiap bulannya.

 

Wajar saja bisnis kuliner Riska semakin dikenal di pasaran, karena mereka berani menjaga kualitas produk hingga kini nama Lapis Bogor Sangkuriang bisa semakin meluas di penjuru Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *