Kebab Baba Rafi Sukses Miliki 1300 Outlet Berkat Go Digital

Siapa yang belum pernah mendengar Kebab Baba Rafi? Kedai kebab lokal ini cukup populer karena banyaknya gerai yang tersebar di beberapa kota. Hendy Setiono baru-baru ini berbagi inspirasi agar pengusaha muda nasional berani terjun ke dunia bisnis dengan go digital

 

Hendy, co-founder PT. Baba Rafi Indonesia, berbagi kisah suksesnya saat menjadi pembicara di acara Surabaya Young Entrepreneur Summit (YES) 2019. Hingga kini, Hendy sendiri telah memiliki 1.300 gerai bahkan telah menembus mancanegara. Ia mengakui kesuksesannya saat ini memang banyak terbantu oleh teknologi.

 

Ajang ‘Surabaya YES 2019’ mempertemukan kaum milenial kreatif dan pengusaha muda dari beragam jenis usaha mulai dari tingkat menengah ke atas hingga nasional. Dalam acara ini, peserta dapat saling berbagi jejaring, memahami akses teknologi, pembiayaan dan pemasaran. Materi lainnya yang mereka dapatkan yakni mengetahui akses terbaru perihal pasar dan keuangan langsung dari pemangku kepentingan.

 

Ia memutuskan go digital setelah mantap menjalankan usaha kebabnya pasca kembali dari perjalanannya ke Qatar, tempat dimana ayahnya bekerja pada perusahaan minyak. Ide merintis usaha kebab bermula saat ia menemukan banyak penjual kebab di Qatar yang dikerumuni oleh pembeli.

 

Dari situ ia terbersit keinginan untuk membuka usaha serupa di Indonesia. ”Berbekal pengetahuan tentang apa itu kebab, saya modal nekat saja, demi untuk mewujudkan mimpi saya membuka usaha kebab,” kata Hendy.

 

Hendy menggandeng temannya, Hasan Baraja, memodifikasi rasa dan ukuran kebab yang sesuai dengan citarasa orang Indonesia. Pada September 2003, ia mulai berjualan dengan menggunakan gerobak di Nginden Semolo bersama Hasan. Hendy akhirnya rela meninggalkan bangku kuliah demi meneruskan bisnisnya.

 

Dua tahun kemudian, ia mendirikan PT. Baba Rafi Indonesia lalu membuatnya sebagai waralaba. Waralaba miliknya menjadi merek dagang Kebab Turki Baba Rafi. Merek ini sudah menjadi 1.300 gerai di Indonesia, Malaysia dan Filipina.

 

Kisah suksesnya membuat Hendy menitip pesan ke anak muda, terutama arek Suroboyo, agar wani atau berani dalam memulai usaha. Menurutnya, anak milenial Surabaya mengesankan dirinya sebab menjadi pengusaha meski usaha mereka masih muda.

 

“Apalagi dengan didukung kemajuan teknologi, anak-anak sekarang kan tidak bisa lepas dari gadget,” ungkap Hendy tentang pengaruh go digital terhadap gerakan kewirausahaan di kalangan anak muda.

 

Baca juga: UMKM Tembus Pasar Global? Kenapa Enggak! Ini Strateginya

 

Untuk menjadikan bisnisnya masuk ke ranah Internasional, tidak perlu menjadi perusahaan yang besar. Cukup memanfaatkan keberadaan digital untuk promosi bisnis. Hal inilah yang menjadi kunci sukses Hendy Setiono mengembangkan usaha miliknya. 

 

Ia selalu memastikan bisnisnya menjadi nomor satu dalam situs pencarian. Ketika orang lain masih menganggap remeh pemanfaatan search engine optimization (SEO) dan layanan iklan di situs web online saat itu, Hendy justru sebaliknya. Ia memanfaatkan dan menjadikan hal tersebut sebagai peluang emas untuk fokus mengembangkan bisnisnya.

 

Ia juga memastikan bahwa bisnisnya mampu menarik engagement melalui situs web dan media sosial, disertai sumber daya manusia yang memiliki kesadaran akan keberadaan media sosial yang baik dan aktif berpromosi.

 

Ia pun menyadari meskipun kesadaran digital dalam bisnisnya belum cukup dikatakan paling mutakhir, namun sekecil apapun kesadaran digital dalam bisnis akan memberikan hasil berbeda yang lebih optimal.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *