Geliat Kerajinan Tangan UMKM yang Tetap Hidup Meski Pandemi

Kita semua dapat memilih usaha apa yang ingin kita jalankan, tak lupa juga untuk menyesuaikan dengan porsi yang Anda miliki. Salah satu contohnya, Anda bisa mengandalkan kreativitas hingga menjadi kerajinan tangan UMKM.

Kerajinan Tangan UMKM yang Berasal dari Alam

 

 kerajinan tangan UMKM
Sumber Foto : semanisgulaliku.blogspot.com

 

Melalui kerajinan tangan UMKM Anda dapat menyadari pentingnya kelestarian alam bagi anak cucu. Filosofi inilah yang dianut pasangan suami-istri aizal Azmi Ardika dan Ameylia Kurniawati. Mereka berpegang teguh bahwa mereka harus mengembalikan ke alam segala hal yang kita ambil darinya. 

 

Pasangan muda tersebut tinggal di Yogyakarta. Mereka mempunyai toko daring berlabel Gulaliku Art and Craft. Gulaliku mempunyai makna yang dalam. Apabila ingin mendapatkan sesuatu yang manis (gula), orang itu harus mau menempuh jalan yang berliku. 

 

Azmi dan Ameylia memilih fokus bisnis mereka pada kerajinan tangan atau kriya dengan bahan dasar dari alam. Contoh produk andalan mereka adalah anyaman, vas bunga, pas foto dan benda dekorasi rumah berbasis kayu.

 

Bisnis mereka bermula pada 2014. Idenya muncul dari kisah cinta jarak jauh mereka yang membentang sekitar 200 kilometer antara Yogyakarta dan Nganjuk. Agar komunikasi tidak membosankan, mereka membangun bisnis ini sesuai dengan hobi mereka, yakni menggambar. Modal awal cukup Rp200 ribu. Keduanya berhasil menjual empat produk pas foto atau pun gambar ilustrasi vektor seharga Rp200 ribu hingga Rp300 per bulan dari modal itu. 

 

Pada 2016, pasangan ini getol menggeluti bisnis ini seiring dengan hubungan mereka yang mulai serius. Dari situ, lahirlah produk kriya untuk dekorasi rumah di samping produk kriya untuk kebutuhan pribadi. Produk rumahan Gulaliku adalah hiasan dinding, poster kaligrafi, piring, mangkok, nampan, sendok, garpu, gelas, kotak perhiasan dan lain sebagainya. Mereka memakai bahan kayu, seperti anyaman dan rajutan, untuk membuat produk tersebut. Gulaliku mengedepankan selera estetik tinggi dan ramah lingkungan. 

 

Gulaliku  kemudian merambah platform ecommerce untuk menjual varian produknya yang semakin kaya. Awal 2017, Gulaliku menjual produknya melalui Tokopedia untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. 

 

Baca juga : Ide Buka Usaha Pemula yang Dijamin Mudah dan Sukses

Tips Tetap Sukses Meski Pandemi 

 

Gulaliku menjadi contoh kerajinan tangan UMKM nasional tetap hidup bahkan sukses di tengah pandemi COVID-19. Saat pengumuman pandemi awal Maret 2020, usaha Gulaliku sempat merosot drastis. Penjualan Gulaliku nyaris 0%. 

 

Faizal menuturkan agar kerajinan tangan UMKM miliknya tetap hidup, ia dan istri beralih strategi. Dengan pengetahuan yang mereka peroleh saat MAKER FEST 2018, mereka memasang strategi beriklan masif untuk mengetahui perubahan perilaku konsumen. Faizal aktif memasang iklan otomatis di Tokopedia. Ia mengeluarkan hingga Rp100 ribu untuk mengetahui produk yang sedang diinginkan konsumen saat pandemi. Jawabannya adalah vas bunga. Warga banyak yang mencari vas bunga seiring dengan hobi baru mereka menanam pohon dan mendekorasi rumah sebagai hiburan berbasis alam saat berdiam diri di rumah. 

 

Gulaliku kemudian memproduksi lebih banyak vas bunga, dari dua menjadi 15 jenis. Harga jualnya beragam, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp300 ribu. Strategi ini membuahkan hasil yang di luar dugaan. Gulaliku berhasil menjual antara 30 dan 40 buah dari yang sebelumnya hanya dua buah. Omzet naik menjadi antara Rp2 dan Rp4 juta per hari dari Rp1 juta sebelumnya. Dalam sebulan, penghasilan Gulaliku setidaknya mencapai Rp40 juta. 

 

Tips tambahan lainnya adalah Faizal memanfaatkan fitur gratis ongkos kirim yang akan “memanjakan” konsumen. Mereka tinggal menunggu barang datang dari kurir tanpa perlu meninggalkan rumah. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *