Keuntungan Berbisnis Franchise yang Wajib Anda Tahu

Sistem usaha waralaba atau franchise menjadi salah satu pilihan dalam dunia bisnis untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Keuntungan berbisnis franchise dinilai lebih besar daripada memulai usaha dari awal. Mengapa demikian? 

 

Berdasarkan definisinya, waralaba atau franchise adalah sistem keterikatan bisnis yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan hal-hal dari kekayaan intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain. Hal itu diikuti suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain dalam rangka penyediaan atau penjualan barang dan jasa.

 

Anda bisa memilih untuk menjadi terwaralaba atau biasa disebut franchisee dengan membeli lisensi dan menjalankan bisnis franchise yang sudah ada. 

 

Terdapat banyak keuntungan berbisnis franchise yang bisa Anda dapatkan jika menjalankan bisnis dengan sistem waralaba, berikut akan kami bahas selengkapnya.

 

1. Resiko Gagal Rendah

 

Salah satu keuntungan menjalankan bisnis franchise adalah memiliki risiko gagal yang rendah, sebaliknya keuntungan bisa dengan cepat diraih. Pasalnya, pemilik franchise biasanya tak hanya menawarkan proyeksi muluk tentang bisnis yang sukses, tetapi juga menawarkan fakta bisnis yang sudah teruji. 

 

Pemilik franchise akan meyakinkan Anda sebagai mitra dengan menunjukkan bukti seperti, jumlah gerai yang sudah existing, laju pertumbuhan gerai per tahun, informasi keuntungan bersih tiap gerai, target pertumbuhan gerai per tahun, proyeksi keuntungan, dan jaringan informasi anggota yang berpengalaman.

 

Umumnya, terdapat pelatihan karyawan secara terpadu. Pewaralaba juga biasanya menawarkan asistensi jika franchisee menemui kesulitan dalam proses bisnis, serta bantuan mengatasi kesulitan keuangan. Bahkan ada pula yang menawarkan transparansi keuangan. 

 

Dilandasi berbagai faktor tersebut, bisnis dengan sistem franchise dianggap memiliki risiko gagal yang rendah, meskipun di dunia ini tak ada satupun bisnis yang benar-benar kebal risiko rugi.

 

Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat terkait waralaba dalam buku ‘Rasakan Dahsyatnya Usaha Franchise’ karya Rizal Calvary Marimbo, tingkat keberhasilan franchisee sangat tinggi, yakni mencapai 95%, dibandingkan bisnis independen yang hanya berkisar 10%-30%. 

 

Dalam bisnis waralaba, usaha tersebut akan laku dijual jika bisnis terbukti berhasil. Laporan keuangan pun harus transparan dan terbukti berhasil.

 

Umumnya, bisnis waralaba dipasarkan setelah berjalan minimal 3 tahun disertai kepastian memiliki prospek bisnis yang diukur dari analisis historis kinerja keuangan. Itu sebabnya waralaba termasuk bisnis yang prima dan patut dilirik.

 

Berdasarkan Pakar Waralaba Utomo Njoto masih dalam buku yang ditulis Rizal Calvary Marimbo, terdapat lima tahapan yang harus dilakukan untuk menjadi pewaralaba, antara lain:

          Melakukan evaluasi awal terkait kelayakan bisnis waralaba.

          Jika dianggap layak, kemudian kembangkan paket waralaba.

          Memasarkan dan menjual waralaba.

          Mentransformasi organisasi dari yang hanya menjalankan bisnis menjadi menjual bisnis.

          Memperbaiki sistem waralaba.

 

2. Terjamin Nama Besar

 

Umumnya animo konsumen akan tinggi terhadap nama besar atau merek yang disandang produk itu sendiri. Nama besar atau merek yang kuat itu seringkali menarik perhatian konsumen untuk membeli produk tersebut. 

 

Dalam strategi pemasaran, brand merupakan simbol seluruh informasi yang terkait dengan produk barang atau jasa perusahaan. Hal itu biasanya terdiri dari nama, logo, dan seluruh elemen visual lain. Dapat dikatakan bahwa brand adalah visualisasi dari citra yang ingin ditanamkan di benak konsumen. 

 

Bagi terwaralaba, mewarisi brand ternama adalah keuntungan yang besar karena membuat Anda selangkah lebih maju dalam menjaring konsumen. Reputasi yang menempel pada brand bisa menjadi magnet bagi konsumen, sementara posisi Anda mewakili brand tersebut.  

Dalam buku, semakin kuat citra sebuah brand, maka biaya pemasaran yang dibutuhkan akan semakin kecil. 

 

Jika Anda menjadi terwaralaba, maka Anda akan memiliki keuntungan berupa tak perlu menjalankan langkah-langkah yang rumit. Anda berhak memakai semua brand berikut nama dan simbolnya, tanpa harus membayar pungutan resmi dan tak resmi yang dikenakan birokrasi terhadap pemegang merek. 

 

3. Akses Pendanaan Usaha Lebih Mudah

 

Jika hubungan kemitraan dalam bisnis franchise sangat bagus, pewaralaba biasanya tak segan membantu mitranya untuk mendapat akses pendanaan dari kreditor. Tak hanya itu, pihak perbankan juga akan merasa jauh lebih aman menyalurkan kreditnya kepada pebisnis yang berada dalam lingkaran mekanisme waralaba. 

 

Alasannya, pihak bank memiliki jaminan karena franchisee berada dalam binaan pewaralaba. Sementara pewaralaba punya kepentingan untuk mengembangkan usaha mitra bisnisnya. Jadi, pengawasan sudah berada dalam tanggung jawab pewaralaba. Dengan mekanisme tersebut, perbankan bisa diyakinkan untuk mengucurkan kredit. 

 

Baca juga: Susah Mencari Peluang dan Inspirasi Bisnis? Ini Dia Tipsnya!

 

4. Sistem Usaha Sudah Solid

 

Bisnis franchise biasanya memiliki sistem usaha yang sudah solid. Di awal memulai bisnis, pemilik franchise dan franchisee akan menyepakati nilai waralaba yang akan dibeli, nilai royalti beserta cara pembayaran royalti tersebut.

 

Selanjutnya, Anda berhak menerima sistem waralaba yang sudah solid dan teruji, meskipun pada dasarnya tak ada sistem bisnis yang solid 100%. Sistem yang solid termasuk dari sisi mutu manajemen, manajemen keuangan, sumber daya manusia, standar operating procedures (SOP), strategi pemasaran, kualitas produk, dan aspek hukum.

 

Sistem bisnis franchise yang perlu diperhatikan antara lain, produk yang unik, berkualitas, dan mudah dipasarkan. Memiliki SOP yang baku, sumber daya manusia terlatih, strategi pemasaran yang jitu, perlindungan hukum yang memadai, serta pengalaman yang mencerminkan kompetensi usaha. 

 

Tak hanya itu, bisnis franchise juga harus memiliki sistem yang solid terkait keuangan. Pebisnis harus mampu menyediakan manajemen keuangan dan akuntansi yang baik. Terkait pengelolaan keuangan dan sistem akuntansi, bisnis franchise sebaiknya didukung oleh perangkat berteknologi canggih. 

 

Itulah gambaran keuntungan berbisnis franchise yang bisa kami bagikan. Semoga info ini bermanfaat bagi Anda, tetap semangat dan sukses selalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *