Kisah 5 Peternak Sapi yang Berhasil Sukses Walau Minim Modal

Menjadi peternak sapi sukses termasuk profesi favorit bagi warga Indonesia yang menggemari dunia peternakan. Sapi sendiri adalah hewan ternak dengan daging yang banyak dikonsumsi publik, terutama saat Idul Adha.

 

Daging sapi banyak diolah menjadi makanan tradisional maupun internasional. Contohnya adalah susu atau kulit sapi. Tak mengherankan banyak yang tergiur membuka peternakan sapi. Masalahnya, ada yang masih beranggapan untuk menjadi peternak sapi sukses membutuhkan modal besar. 

 

Di bawah ini kami akan menampilkan profil 5 peternak sapi sukses yang berhasil membuktikan modal minim bukan satu-satunya halangan untuk berkembang.

 

1. Pak Mat Aji, Lampung

 

Peternak Sapi Sukses
Sumber Foto : duniasapi.com

 

Mat Aji telah memulai karir sebagai peternak sapi sejak 1980 an. Ia hanya mengenyam pendidikan formal hingga kelas 4 Sekolah Dasar. Mat Aji mulanya bekerja sebagai buruh sapi. Modal awalnya berupa 10 ekor sapi yang dibudidayakan dalam dua tahun.

 

Lama-kelamaan, jumlah sapinya berlipat ganda. Hingga pada 1988, beliau bisa mandiri mempunyai sapi sendiri. Sapi yang beliau rawat beraneka rupa, seperti sapi Bali, sapi Simental, dan sapi Ongole. Setidaknya Mat Aji memelihara beberapa jenis dari setidaknya 20 tipe sapi potongnya. Hingga kini, beliau merawat 800 sapi. 

 

Mat Aji sekarang menjadi seorang juragan sapi. Beliau berharap usahanya dapat menginspirasi sesama pengusaha sapi di Lampung. Baginya, beternak sapi bukan perkara mencari untung melainkan menjaga ekosistem sapi di kota kelahirannya. 

 

2. Haji Doni, Pemilik Mall Sapi Depok

 

Peternak Sapi Sukses
Sumber Foto : depokterkini.com

Mall sapi sungguh konsep yang unik tetapi sukses menarik perhatian penggemar sapi. Adalah Romdoni atau yang biasa disapa haji Doni yang mempunyai mall sapi ini. Beliau memajang sapi jualannya di jalan akses Universitas Indonesia (UI). Di sebelah kiri jalan tersebut Anda bisa melihat etalase sapi untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhan kurban. Kambing dan sapi dijual di mall ini menjelang Idul Adha. Di lain waktu, mall ini akan berubah menjadi ruang pamer mobil bekas. 

 

Perjalanan haji Doni penuh liku hingga mencapai kondisinya saat ini. Modal awal beliau berjualan adalah 10 kilogram daging sapi. Ia mengumpulkan daging melalui upah menimba air yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit. Uang tersebut beliau belikan daging. Kemudian, beliau lanjut berjualan di emperan toko dan pinggir jalan di Kota Depok dari sebelumnya di lapak pribadinya. Ada tantangan tersendiri saat menjajakan daging sapinya tersebut di lapaknya tersebut. Tak jarang beliau harus berhadapan dengan orang yang mengusirnya. 

 

Kondisi memprihatinkan tersebut berlangsung sekitar dua tahun. Saat berusia 17 tahun, bapak Doni akhirnya mampu menyewa tempat khusus untuknya berjualan daging. Ia memperoleh modal Rp7,5 juta dari berjualan daging lalu kemudian ia putar kembali dengan membeli 10 ekor sapi. Pada akhir 70-an, Haji Doni berhasil menguasai pasar daging sapi di Depok.

 

Pak Doni sempat tertipu hingga merugi Rp700 juta pada 1989/1990. Saat itu ia menjual 100 ekor sapi namun tidak memperoleh bayaran sepeserpun. Ia pun menjual mobil sedannya seharga Rp4,2 juta lalu membagikan uang penjualan tersebut ke tiga anak yatim. Beberapa bulan kemudian, ia memperoleh kepercayaan menjual 300 ekor sapi. Kerugian Rp300 juta bisa beliau tutup dalam satu tahun. 

 

Kini, beliau mempunyai puluhan ekor sapi dengan rerata omzet Rp 30 miliar per bulannya. 

 

Baca juga : Mari Kenali Jenis Lele Terlaris di Pasaran Sebelum Berbisnis Ternak Ini

 

3. Sutomo, Peternak dan Penjual Sapi dari Pati

 

Peternak Sapi Sukses
Sumber FOto : wikimedan.com

 

Berawal dengan modal yang kurang dari Rp1 juta mampu menghantarkan Haji Sutomo sebagai peternak sapi sukses. Perjalanan karirnya terbantu oleh pengalamannya sebagai blantik sapi atau penyedia jasa penjual sapi. 

 

Sutomo memilih usaha sapi kereman. Dari modal utama yang ia miliki, Haji Sutomo membeli sejumlah pedet atau anak sapi yang kemudian ia pelihara dengan cara kereman (penggemukan). Hanya dalam waktu lima sampai enam bulan saja beliau sudah bisa menjual sapi yang beliau rawat dengan cara tersebut. 

 

Ia mengaku sanggup menjual lebih dari 100 sapi dalam sehari saat ini. Ia mematok harga per ekor sapi mulai dari Rp1,2 juta sampai Rp1,3 juta. Setelah enam bulan, harga per ekor sapi tersebut bisa naik hingga Rp8,5 juta. Haji Sutomo kini sudah memiliki 500 ekor sapi di Desa Dukuhmulyo dan 1.000 ekor sapi di Gunungwungkal. Beliau menggunakan sapi rumput gajah dan konsentrat sebagai pakan untuk menggemukkan sapinya. 

 

4. M Sholeh, yang Banting Setir dari Tukang Tambal Ban 

 

Peternak Sapi Sukses
Sumber Foto : duniasapi.com

 

Tidak disangka-sangka, Muhammad Sholeh pernah masuk liputan media setelah Presiden Jokowi kepincut membeli sapinya berjenis Limosin seberat 1,4 ton pada 2019. Beberapa menteri ikut membeli sapi di tempatnya. Siapa sangka pak Sholeh dulunya adalah seorang tukang tambal dan tenaga kebersihan di terminal. 

 

M Sholeh kini memiliki 100 ekor sapi dan 4.000 ekor kambing. Ia mempunyai 19 orang pekerja untuk mengurus kandang seluruh sapi tersebut di Gresik maupun Lamongan.

 

Baca juga : Kisah Sukses UMKM Asal Bandung yang Menginspirasi

 

5. Apep,  Residivis yang Sukses Sebagai Peternak Sapi 

 

Sumber Foto : wikimedan.com

 

Apep merupakan contoh pengusaha yang berhasil mengubah nasib. Ia pernah masuk bui saat masih remaja. Setelah bebas dari penjara saat berumur 18 tahun, ia belajar berdagang ke pamannya.

 

Awalnya usahanya sukses. Tetapi Apep tinggi hari hingga terjerumus dalam kerugian dan hutang. Ia bangkit lagi. Ia kembali menekuni usaha ternak sapi dengan memelihara sapi orang lain di rumahnya. Ia memasukkan sapi tersebut ke dalam dapurnya sebab saat itu belum mempunyai kadang. Usaha ini berlangsung selama dua tahun.

 

Apep berinisiatif mengikuti kontes sapi lalu menang. Apep kemudian menjadi pemasok ke perusahaan penjual sapi. Perusahaan tersebut akhirnya bangkrut. Apep sekarang meneruskan menjual sapi ke konsumen perusahaan tadi. Ia beruntung pernah mengirim hingga 500 sapi ke pelanggan. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *