Kisah Sukses UMKM Asal Bandung yang Menginspirasi

Menjadi pemilik usaha adalah cita-cita banyak orang, namun perlu Anda ketahui juga bahwa ada proses sebelum menikmati keberhasilan, sangat wajar jika mengalami jatuh bangun dan harus menghadapi tantangan untuk mencapai kesuksesan. Seperti kisah UMKM yang akan kita bahas di dalam artikel ini, yaitu dua pelaku usaha asal Bandung yang bertekad untuk memiliki usaha. 

 

Boboko Snack

 

kisah umkm
sumber foto: bobokosnack..com

 

Baca juga: Peluang Bisnis Makanan Halal di Tengah Pandemi

 

Diawali dengan kisah dari dapur rumahan Boboko Snack (merek sebelumnya Jank Snack) yang didirikan oleh Irpan Salim pada awal November 2015. Ivan adalah nama sapaannya, bisnis yang ia jalankan adalah menjual aneka produk makanan ringan khas priangan yang diberi nama Sundanese Snack.

 

Saat ini Ivan kini memiliki sembilan varian produk makanan ringan, dari awalnya hanya seblak kering, kini ada batagor kuah instan, basreng, moring, kicimpring, makaroni, emplod, ramen sunda, dongdo, keripik cireng yang laris manis dipasaran. 

 

Ia mengaku bahwa membangun Sundanese Snack bukan hanya sekedar mencari pundi-pundi saja. Tetapi ia juga ingin memperkenalkan kaum milenial bahwa banyak varian makanan jadul yang berasal dari tanah sunda. Menurutnya, makanan jadul ini adalah salah satu budaya yang harus dijaga.

 

Meskipun kini makanan ringan sejenisnya banyak beredar di pasaran, yang menjadikan persaingan semakin ketat, namun pria kelahiran 12 Juni 1989 itu yakin bahwa produknya memiliki keunggulan. Mulai dari rasa, kualitas bahan dan packaging terbaik untuk pelanggan sangat diperhatikan olehnya. 

 

Dalam menjalani bisnisnya Ivan juga pernah mengalami keterpurukan. Tepatnya pada bulan Februari 2018 lalu, saat itu penjualannya sempat anjlok karena terpaksa menarik seluruh barang yang sudah masuk pasaran. Hal tersebut dikarenakan ada permasalahan mengenai merek dan packaging yang ia gunakan. Walaupun di tengah kondisi sulit, justru tak membuat Ivan patah semangat. Terbukti saat itu ia sanggup bangkit dan menembus omzet mencapai Rp 125 juta per bulan. Dahsyatnya lagi pada Maret 2019, omzetnya meroket hingga Rp 250 juta per bulan.

 

Denisha Mozaik

 

kisah UMKM
sumber foto: facebook

 

Baca juga: Strategi Marketing Wajib Bagi UMKM di Era New Normal

 

Berbeda cerita dengan pelaku UMKM yang berikutnya, berikut ini adalah kisah pelaku UMKM lain asal Jawa Barat, Ati Sunarti. Ia adalah pemilik usaha Dhenisa Mozaik yang memproduksi aneka kerajinan yang berasal dari limbah kaca. Ia memulai usahanya pada 24 Maret 2014. Ia berpikiran untuk membuka usaha ini saat ia dan suaminya Heru Rezequin berada di Bali dan mulai tertarik pada kerajinan mozaik dari limbah kaca.

 

Produk yang dibuat dari limbah kaca ini cukup beragam, seperti pot tanah, vas bunga, hingga kaca siap pakai. Sunarti mulai menyusun potongan kaca menjadi karya unik yang istimewa dibantu oleh suaminya.

 

Dengan kerjasama yang baik antara Sunarti dengan suami, dan jaringan pasar, kini Dhenisa Mozaik banyak diburu para pecinta kreasi unik dari berbagai negara seperti Belanda, Turki, Italia, Pakistan, Malaysia, Arab Saudi, Bangkok, Brunei Darussalam, dan lainnya. Dhenisa pernah melakukan pameran, salah satunya pameran produsen dan eksportir handicraft Indonesia, yakni Inacraft.

 

Wanita yang lahir di Bandung 1 Maret 1966 ini mengaku sangat senang menjalankan bisnis ini, ia nyaris tidak mendapat kendala selama usaha dijalankan karena ia mengerjakannya dengan hati yang senang dan bahagia.

 

Yang menjadikan Dhenisa Mozaik lebih berkualitas daripada yang lainnya adalah 100 persen yang ia buat itu handmade murni dan punya banyak motif. Kualitas bahan mozaiknya pun juga dari kaca baru impor (bronzie).

 

Menariknya lagi, aneka produk mozaik tersebut bisa dipesan sesuai permintaan alias custom. Ia mulai membuka harga mozaik mulai dengan Rp 350 ribu. Hingga kini, Sunarti mampu meraih omzet Rp15-20 juta per bulan.  

 

Itulah beberapa kisah UMKM yang pastinya bisa mengisnispirasi Anda semua. Menjalankan suatu bisnis memang tidak mudah, meskipun banyak ujian dan hambatan, tergantung bagaimana kita sendiri untuk menyikapinya. Jika bisnis Anda dijalankan dengan sepenuh hati dan diiringi doa serta perjuangan yang kuat percayalah kesuksesan ada di depan mata Anda.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *