Jenis Laporan Keuangan UMKM yang Perlu Dimiliki

Laporan keuangan merupakan hal sangat penting yang harus dibuat oleh perusahaan. Dalam laporan keuangan, tercatat informasi lengkap terkait keuangan suatu perusahaan yang dibuat dalam satu periode. Laporan keuangan bisa digunakan untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan, bahkan menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan. Berikut selengkapnya jenis laporan keuangan UMKM yang perlu dimiliki.

 

Jenis Laporan Keuangan UMKM yang Perlu Dimiliki

 

Laporan Keuangan UMKM
Sumber Foto : semogabermanfaat.com

 

Kalau Anda memiliki UMKM, laporan keuangannya dikatakan lengkap jika sudah terdapat:

 

1. Neraca Keuangan

 

Neraca keuangan dibuat setahun sekali dan berguna untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Melalui catatan neraca ini, perusahaan dapat mengetahui bagaimana nilai perusahaannya setelah adanya transaksi. Tiga hal yang harus ada di neraca, yaitu kewajiban, harta, dan modal.

 

Kewajiban ini termasuk utang lancar dan jangka panjang. Harta yang dimaksud adalah seluruh kekayaan perusahaan, seperti harta lancar, tidak berwujud, dan harta tetap. Modal sendiri merupakan selisih antara harta dengan modal.

 

2. Laporan posisi keuangan

 

Dalam laporan posisi keuangan, terdapat catatan mengenai informasi tambahan atas laporan keuangan, misalnya laporan arus kas, laporan arus dana, dan lainnya. 

 

3. Laporan perubahan ekuitas

 

Ekuitas memiliki arti modal atau kekayaan entitas. Ekuitas bisa diperoleh dari pengurangan aset atau aktiva dengan pasiva atau kewajiban. Laporan perubahan ekuitas juga berlaku selama satu periode tertentu.

 

4. Laporan laba rugi komprehensif

 

Di laporan laba rugi komprehensif, terdapat laporan mengenai pendapatan setelah dikurangi beban perusahaan. Laporan ini akan sangat berguna ketika perusahaan akan mengambil kebijakan tertentu. Laporan ini juga digunakan untuk mengukur laba per saham. 

 

5. Laporan lainnya

 

Laporan lain, selain keempat laporan di atas adalah bagian integral dari laporan keuangan. Laporan ini akan sangat diperlukan, terutama ketika ada calon investor yang ingin mengetahui garis besar gambaran finansial perusahaan tersebut.

 

Pembukuan UMKM biasanya dilakukan secara terpisah, supaya datanya lebih rapi dan tidak sulit ditemukan. Jika laporan keuangan UMKM diabaikan sejak awal, Anda akan sulit untuk menyadari adanya kecurangan. Kalau sampai terjadi, maka perusahaan bisa saja gulung tikar pada akhirnya.

 

Baca juga : Tips Ampuh dalam Mengelola Keuangan UMKM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *