Mengintip Peluang UMKM di Balik Normalitas Baru

Selalu ada peluang bisnis menjanjikan di balik sebuah musibah. Normalitas baru sebagai upaya memulihkan kondisi ekonomi akibat pandemi COVID-19 memunculkan berbagai kesempatan bisnis menggiurkan untuk UMKM.

 

Beberapa administrasi pemerintah daerah telah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sejak awal Juni 2020. Geliat ekonomi mulai terasa walau tak lagi sama sebab harus menerapkan beberapa protokol kesehatan, seperti memakai masker hingga menjaga jarak minimal satu meter.

 

Dari segi kebijakan makro, pemerintah telah menggulirkan program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional atau APBN melalui Undang-Undang No. 2/2020 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun Anggaran 2020. Pemerintah mengalokasikan Rp 589,65 triliun untuk program tersebut yang kemungkinan akan membuat biaya penanganan COVID-19 membengkak menembus Rp 667 triliun.

 

Di tengah potensi terjadinya defisit anggaran negara, UMKM mempunyai peran besar bertahan bahkan menjadi besar, seperti yang pernah terjadi saat krisis moneter pada 1998. Dalam kondisi darurat keuangan tersebut, sektor UMKM terbukti menyumbang besar bagi ketahanan ekonomi nasional, ada yang lahir dan tumbuh menjadi pengusaha tahan banting.

 

Berikut prediksi peluang bisnis cerah saat normalitas baru yang bisa dicoba oleh pelakon UMKM:

 

1. Sektor Kesehatan

 

Sudah banyak UMKM yang menggarap segmen ini sebab paling bersentuhan untuk menjaga kesehatan pribadi mencegah dari tertular virus COVID-19. Contohnya adalah bisnis masker kain, hand sanitizer, baju Alat Pelindung Diri atau APD hingga kacamata pelindung wajah atau face shield.

 

Produk tersebut mulai kebanjiran pesanan sebab tidak hanya individu yang membutuhkan tetapi juga korporasi atau organisasi dalam jumlah grosir. Tempat ibadah, kantor hingga pusat perbelanjaan saat ini menempatkan tempat cuci tangan hingga sabun bagi calon pengunjung.

 

Jenis usaha turunan dari sektor ini adalah bengkel las yang mulai menerima banyak pesanan berupa pedal untuk melengkapi fasilitas tempat cuci tangan di tempat umum.

 

2. Sektor Fashion

 

Banyak warga yang akan mencari model atau gaya masker yang unik dan modis. Tampil beda dan bergaya dapat menjadi penyegaran saat harus memakai masker selama berjam-jam untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Di sinilah pelaku UMKM sektor fashion dapat menangkap peluang yang ada. Mereka dapat bekerjasama dengan pelaku industri konveksi. Pelakon di sektor fashion dapat bertanggung jawab membuat model yang menarik sedangkan mitranya dari sektor konveksi atau garmen memproduksi kainnya. Dengan demikian, tercipta nilai jual lebih bagi masker, terlebih jika masker tersebut memakai kain premium. Intip cara pembuatan masker kain disini.

 

3.  Sektor Kuliner

 

Meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan pribadi membuat sektor kuliner akan mengalami pergeseran tren makanan dan minuman. Contoh yang bisa digarap meliputi makanan beku, makanan siap saji, serta minuman herbal siap minum sebagai minuman sehat penangkal virus.

 

Telah ada UMKM yang mengibarkan sayap ke luar negeri melalui ekspor makanan olahan. Sebagai contoh, nanas madu dalam kemasan dari Semarang, buah dan sayur kering olahan dari Batu (Malang) dan garam murni premium dari Pangandaran.

 

Jangan lupakan kuliner berbasis kearifan lokal, seperti rendang dan rica-rica. Makanan olahan, baik berupa bumbu, daging dan ikan, diprediksi akan laris diburu calon konsumen.

 

4. Sektor Olahraga

 

Sepeda menjadi salah satu produk paling diminati saat normalitas baru ini sebab dinilai menjadi pilihan olahraga yang tepat dimana pelakunya dapat tetap menjaga jarak.

 

Pelaku UMKM dapat memproduksi sepeda dengan harga yang lebih miring dibandingkan sepeda impor yang biasanya berharga mahal tanpa mengurangi kualitas teknis dalam bersepeda.

 

Yang tak kalah penting dari bisnis normalitas baru adalah memanfaatkan media sosial dan marketplace agar calon pembeli dapat mengintip produk dan layanan secara daring. Selain normalitas jenis bisnis, segarkan metode pemasaran UMKM dengan cara yang lebih efektif dan inovatif melalui digitalisasi pemasaran.

 

Selamat mencoba!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *