Omzet UMKM Naik di Masa Pandemi, Kok Bisa?

Omzet UMKM
Sumber Foto : liputan6.com

Mandiri Institute menyampaikan saran ke pemerintah untuk memperluas akses digital untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Mandiri Institute, kesadaran digital memungkinkan UMKM memperluas daya jangkau dan segmen pasar. Riset tersebut juga menemukan bahwa akses ke platform digital bisa membantu UMKM untuk menghdapi dampak pandemi Covid-19, bahkan meningkatkan omzet UMKM.

 

Menurut Head of Mandiri Institute, saat ini sebenarnya sudah banyak pemilik usaha yang mengetahui akses digital, tetapi belum bisa menggunakannya secara optimal.

 

Mandiri Institute juga melakukan survei untuk ini. Hasil surveinya menunjukkan bahwa 9 persen UMKM yang memiliki akses digital melaporkan kenaikan omset usaha. UMKM yang tidak melakukan akses digital juga mengalami kenaikan omzet, tapi hanya 4 persen. Hal ini dikarenakan UMKM dengan akses digital memiliki strategi bertahan yang lebih efisien untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19.

 

Bukan hanya akses digital, UMKM bisa bertahan dengan adanya dukungan pemerintah melalui program PEN. Dari seluruh UMKM yang disurvei, ada 79 persen yang sudah mengetahui adanya program PEN.

 

Selain itu, sebanyak 83 persen UMKM sudah menerima atau masih dalam proses pendaftaran program PEN mengatakan bahwa program itu membantu usaha tetap bisa berjalan. Dengan demikian, pemerintah bisa memperluas program PEN ini melalui bantuan langsung tunai (BLT) dan pelonggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai tahun berikutnya.

 

Selama bulan Agustus 2020 lalu, beberapa UMKM masih membatasi operasionalnya karena berbagai masalah. Oleh karena itu, akses digital bagi UMKM ini bisa membantu UMKM dalam mengatasi masalahnya. 

 

Dari UMKM yang disurvei, ada 43 persen UMKM masih membatasi usaha karena terbatasnya modal usaha. Kemudian ada 24 persen yang mengaku kurang yakin mengenai prospek usaha ke depannya nanti. Sementara itu, 14 persen menyampaikan bahwa permintaan konsumen yang sedikit menyebabkan operasional tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

 

Artinya, hanya ada 28 persen UMKM yang sudah menjalani aktivitas bisnis secara normal. Angka ini terbilang kecil dan masih jauh di bawah persentase usaha yang beroperasi normal ketika PSBB bulan Mei 2020. Saat itu justru ada sebesar 50 persen yang bisa beroperasi normal.

 

Mempertahankan bisnis di tengah pandemi memang sulit. Akan tetapi, dengan memanfaatkan platform digital, setidaknya pelaku usaha bisa merubaha usahanya menjadi UMKM Go Digital agar tidak tumbang, bahkan bisa sajaameningkatkan omzet UMKM.

 

Baca juga : Pandemi Masih Berlanjut, UMKM Bisa Sukses Bertahan Asalkan Go Digital

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *