Perbedaan UKM Dan UMKM

Perbedaan UKM Dan UMKM
Perbedaan UKM Dan UMKM

Kitadigi.com Perbedaan UKM Dan UMKM seperti apa? apakah sama atau berbeda. Pada tahun 1993 istilah UKM pertama kali muncul, dan hingga pada tahun 2008 pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.20 Tahun 2008 disana tertulis pembagian UKM menjadi dua jenis yaitu UKM dan UMKM. Lalu apa perbedaan dari UKM dan UMKM?

 

Perbedaan UKM dan UMKM

 

UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah sedangkan UMKM adalah Usaha Mikro Kecil Menengah. UKM dan UMKM mulai mencuat di kalangan masyarakat saat era krisis moneter di tahun 1998 dan krisis ekonomi global tahun 2008. 

 

Saat krisis terjadi, baik UKM dan UMKM tidak mengalami efek besar bahkan tidak berpengaruh sama sekali. Sehingga saat itu dapat dipastikan negara sangat bergantung pada UKM dan UMKM dalam menstabilkan perekonomiannya.

 

UKM dan UMKM biasanya memiliki pendanaan modal yang berasal dari pribadi atau dikenal dengan istilah bootstrapping. UKM sebenarnya memiliki perputaran ekonomi yang cukup pesat dibandingkan UMKM. UMKM yang sudah berkembang bisa menjadi UMKM dan membuka permodalan tidak hanya melalui bootstrapping bahkan bisa juga melalui investor atau venture capital. 

 

UMKM terbagi menjadi tiga unit berdasarkan Undang-Undang RI No.20 Tahun 2008 yaitu Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah. Ketiganya memiliki perbedaan pada jumlah kekayaan bersih hasil penjualan. 

 

  • Usaha Mikro

 

Usaha Mikro memiliki kekayaan bersih maksimum 50 juta rupiah dengan hasil penjualan tahunan mencapai 300 juta rupiah.

 

  • Usaha Kecil

 

Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari 50 hingga 500 juta rupiah dengan penjualan tahunan lebih dari 300 hingga 2,5 milyar rupiah.

 

  • Usaha Menengah

 

Untuk Usaha Menengah memiliki kekayaan 500 juta hingga 10 milyar rupiah dengan hasil penjualan tahunan lebih dari 2,5 hingga 50 milyar rupiah. 

 

Jadi anda dapat menentukan usaha dalam sekala apa? apakah di kategori Mikro, Kecil atau Menengah. Perbedaan ini tidak mempengaruhi apapun. Pentingnya dalam menentukan kategori ini memudahkan dalam anda menbangun usaha anda. Selain itu menjadi patokan anda dalam perkembangan usaha anda.

 

Peraturan UKM

 

Surat edaran Bank Indonesia No.26/I/UKK tanggal 29 Mei 1993 perihal Kredit Usaha Kecil (KUK) adalah usaha yang memiliki total asset Rp 60 juta (enam ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah atau rumah yang ditempati. Pengertian usaha kecil ini meliputi usaha perseorangan, badan usaha swasta dan koperasi, sepanjang asset yang dimiliki tidak melebihi nilai Rp 600 juta.

Menurut Departemen Perindustrian dan perdagangan, pengusaha kecil dan menengah adalah kelompok industri modern, industri tradisional, dan industri kerajinan, yang mempunyai investasi, modal untuk mesin-mesin dan peralatan sebesar Rp 70 juta ke bawah dengan resiko investasi modal/tenaga kerja Rp 625.000 ke bawah dan usahanya dimiliki warga Negara Indonesia.

 

Perkembangan UKM di Indonesia Dibedakan Menjadi 4 Kriteria yaitu

 

    1. Livelihood Activities, merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
    2. Micro Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.
    3. Small Dynamic Enterprise, merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor
    4. Fast Moving Enterprise, merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

Apakah Perbedaan UKM dengan Startup ?

 

Perkembangan UKM Indonesia beberapa tahun belakangan ini sepertinya disandingkan dengan startup. Akibat kebijakan pemerintah yang terus menggenjot perkembangan keduanya.

 

Target minimal 2% UKM di Indonesia dan 1000 startup di tahun 2020. Namun ternyata tak semua orang tahu bahwa keduanya berbeda meski sama-sama usaha rintisan yang berasal dari ide brilian seseorang yang mampu melihat jeli peluang usaha.

 

Persamaan lainnya terletak pada modal yang kecil bahkan ada yang tak memiliki modal sama sekali. Meski tak sedikit para pebisnis pemula tersebut mencari modal pinjaman. Selain itu biasanya ketika di awal manajemen bisnisnya masih sangat sederhana hanya dibantu oleh orang terdekat seperti kerabat atau keluarga.

 

Lalu bagaimana perkembangan UKM di Indonesia dan startup? Lalu di mana letak perbedannya? Perbedaannya terletak pada jenis usahanya. Jika usaha UKM lebih menghasilkan suatu produk sedangkan bentuk usaha startup lebih mengandalkan jasa. Sehingga UKM biasanya hasil usahanya bisa langsung dinikmati oleh konsumen seperti pakaian, kuliner, dan karya seni. Sementara startup lebih ke arah aplikasi atau software, digital marketing agency, cloud based service.

 

Kedua, pada penggunaan koneksi Internet. Jika UKM menggunakan koneksi internet hanya sekedarnya saja dalam proses pemasaran. Namun startup, koneksi internet ibarat jantungnya bisnis. Tanpa internet bisnis ini tak akan berjalan karena  dari awal bisnis memang menggunakan internet.

 

Ketiga, dalam skala produksi, jika UKM skala produksinya terbatas karena harus menggunakan bahan baku dan sumber daya manusia sebagai tenaga kerjanya sedangkan startup tak tergantung pada bahan baku dan tak perlu menggunakan SDM yang terlalu banyak.

 

Baca juga;

Perkembangan UMKM di Indonesia di Tahun 2020

Manfaat Member Koperasi yang Sangat Menguntungkan

Mengenal Sejarah Koperasi di Indonesia

info juga Instagram Kitadigi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *