Rahasia Sukses Usaha Rumahan Dari Berjualan Bakso Bakar

Bakso bakar menjadi jajanan ringan yang banyak digandrungi saat ini. Karena tingkat konsumen yang semakin tinggi, menjadikan usaha bakso bakar dipilih banyak kalangan. Ada banyak penjual bakso bakar di berbagai kota, mulai dari penjaja keliling sampai kedai yang lebih profesional. Dari itu Anda dapat melihat bahwa usaha kecil dapat menjadi peluang yang menguntungkan bahkan bisa menjanjikan jika benar-benar ditekuni.

 

Salah satu yang mencoba usaha bakso bakar adalah seorang ibu rumah tangga asal Kota Kebumen Jawa Tengah yang bernama Pujianti, ibu dua anak ini menjual bakso bakar dengan konsep rumahan. Tak hanya sekedar ikut-ikutan, tetapi ia juga melakukan riset sederhana untuk mematangkan usahanya.

 

Melakukan Riset

 

usaha bakso bakar
sumber: resepmakanan.website 

 

Riset awalnya adalah dengan membeli dan mencicipi berbagai bakso bakar yang dijual sekitar rumahnya, setelah itu ia juga sempat melakukan konsultasi dengan penggiling daging di pasar agar bisa menemukan adonan yang tepat untuk bakso bakar nikmat yang akan dijualnya.

 

Ternyata ada perbedaan dalam pembuatan bakso bakar dengan bakso kuah. Prosesnya tidak bisa disamakan. Untuk mendapatkan bakso bakar yang nikmat, ada trik khusus dalam mengolah komposisi tepung, daging dan bumbunya.

 

Baca juga: Intip Rahasia Keuntungan Bisnis Kuliner Bakso Aci Rumahan

 

Selain dari cara mengolahnya, Ibu Puji juga melakukan beberapa uji coba untuk menemukan resep bumbu oles bakso bakar yang tepat. Selain itu ia juga memastikan harga jual harus sesuai pasaran. Dimana ia menjual bakso dengan harga seribu rupiah per tusuk yang isinya empat butir bakso.

 

Ibu Puji melakukan riset-riset diatas selama sebulan sebelum memulai bisnisnya. Hingga akhirnya, dengan modal hanya Rp 550 ribu ia memulai usaha kecilnya. Ia mengalokasikan biaya tersebut sebesar Rp 400 ribu untuk persiapan usaha, dan Rp 150 ribu untuk bahan baku.

 

Ia membeli beberapa peralatan seperti tungku pembakar sate, wadah bumbu dan panggangan jaring. Beruntung ia sudah memiliki mesin pendingin dengan kapasitas memadai untuk menyimpan bakso siap masaknya hingga tidak perlu memakan biaya lagi.

 

Selain menyiapkan modal, ia juga membangun relasi dengan penggilingan bakso yang menjadi langganannya untuk mensuplai bakso sesuai dengan adonan yang ia minta. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kelangkaan pasokan bakso setiap harinya. 

 

Omset

 

usaha bakso bakar
sumber foto: pengusahadahsyat.com

Dalam waktu empat hari saja ia bisa menjual 100 tusuk, dan kini tiap harinya Ibu Puji bisa menjual tak kurang 70 tusuk bakso bakar. Omset hariannya bisa lebih dari Rp 70 ribu perhari atau sekitar Rp 2 juta perbulan. Belum lagi jika ia mendapat pesanan khusus seperti untuk acara ulang tahun dan pernikahan. Jumlah pesanannya bisa mencapai 3000 tusuk untuk sekali acara. 

 

Itu semua ia raih berkat kerja kerasnya dalam mempromosikan usaha bakso bakar kecil-kecilannya. Ia rajin melakukan promosi ke tetangga sekitar rumahnya. Hal tersebut dilakukan untuk menarik konsumen agar datang ke warung bakso bakar miliknya. Lebih menariknya lagi Ibu Puji membuat spanduk khusus untuk dipasang di teras rumahnya.

 

Lingkungan rumah Ibu Puji yang strategis menjadi tempat lalu lalang kendaraan terutama anak sekolah. Apalagi terbukti bahwa bakso bakar dan bumbu yang diracik Ibu Puji berkualitas dari kebanyakan bakso bakar biasanya. Sehingga membuatnya lebih kuat untuk bersaing di pasaran.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *