Sepatu Lokal Idaman Millenial yang Sukses Naik Kelas Saingi Brand Luar

Millenial mana yang saat ini tidak mengenal merk sepatu lokal compass. Sneakers merk lokal ini mampu bersaing melawan kompetitor luar negeri ternama. Penjualannya selalu ludes di setiap peluncuran pertamanya.

 

Sang kreator Aji Handoko Purbo selalu melakukan inovasi rebranding produknya. Bahan yang terbaik, modelnya yang stylish dan harga yang murah menyebabkan banyaknya pecinta sneakers memburunya. 

 

Sejarah 

 

Berawal pada tahun 2017 pemilik CV Harapan, Kahar Gunawan bertemu dengan sang creative director nya. Saat itu Aji Handoko masuk untuk menangani sisi kreatif dan strategi bisnis. Perusahaan yang berdiri tahun 1998 ini mulai menemukan jalannya dengan rebranding produk lama dan menjadikannya dikenal oleh pecinta sneakers.

 

Salah satu tipe sepatu yang paling terkenal adalah tipe Compass Gazelle. Sepatu ini menggunakan material kanvas twill di bagian upper. Sol-nya dibuat dengan teknik vulcanized yang memiliki tingkat durability yang sangat epic. Setiap pembelian sneakers ini para pembeli mendapatkan Certificate of Authenticity untuk memastikan keaslian produk.

 

Model Gazelle ini sebenarnya terinspirasi dari merek sepatu Gazelle yang dibuat pada tahun 1983 oleh mendiang Kahar Setiadi, yaitu ayah dari Kahar Gunawan. Saat itu mendiang Kahar Setiadi mengadaptasi gambar tanduk binatang gazelle sebagai logo sepatu yang diproduksinya. 

 

Sebelum bergabung, Aji merupakan pencinta sepatu sedari kecil. Saking cintanya terhadap sepatu, Aji kecil membawanya saat tidur. Banyak karya yang ia buat dalam buku gambarnya sejak kecil.

 

Ia mulai menekuni menjadi desainer sepatu karena kerap bertemu pecinta sneakers saat bekerja di toko sepatu. Karyanya yang terkenal saat itu adalah sepatu ARL yang menjadikan Ariel NOAH sebagai brand ambassadornya.

 

Disinilah pertemuan antara sang kreator bersama seorang pemilik pabrik sepatu di Bandung yang bersedia memproduksi ARL. Keberhasilan ARL membuat Gunawan mulai menjalin kerja sama pada 2017 untuk membangun kembali brand Compass yang sudah dirintis Gunawan sejak 1998.

Kolaborasi

 

Bukan sebatas memproduksi sneakers yang mengikuti tren, Aji justru ingin membawa merek sepatu lokal Compass sebagai ikon identitas atau simbol. Hal ini dilakukan pria kelahiran 31 tahun silam ini dengan menghadirkan kolaborasi apik dengan sejumlah insan kreatif. Salah satunya adalah model Bravo 001 yang menggandeng Bryant Notodihardjo, influencer sekaligus social media manager L.O.C. 

 

Koleksi Compass yang tak kalah menarik lainnya adalah desain untuk media komunitas denim, Darahku Biru. Komunitas ini merupakan karya kolaborasi dengan Pot Meets Pop. Selain itu, ada juga sepatu Compass 98 Vintage yang didesain oleh Old Blue Co.

 

Kolaborasi unik lain juga dilakukan di awal 2020, dimana sepatu lokal idaman millenial ini mengajak grup band asal Jakarta, Kelompok Penerbang Roket (KPR) membuat kreasi sneakers Kelompok Penerbang Roket. Setiap versinya didesain dan menggambarkan kepribadian masing-masing personel KPR yaitu Coki, Rey, dan juga Viki. 

 

Tidak tanggung-tanggung, peluncuran koleksi kolaborasinya juga dibuat unik dengan melakukan tur Collaboration Meroket yang digelar di lima kota, yaitu Bandung, Surabaya, Makassar, Bali, dan Jakarta. 

 

Euforia 

 

Naiknya popularitas sepatu Compass yang memberikan kebanggaan bagi yang memakainya tidak luput dari pengaruh media sosial. Gerakan #IndoPride sebagai bagian wujud cinta produk lokal yang disebar para fans setia juga sejumlah influencer membuat sepatu Compass semakin banyak diburu.

 

Tidak heran dalam setiap perilisan model barunya, sepatu ini langsung terjual habis dalam waktu hitungan jam. Modelnya yang trendy dan stylish, Compass berhasil memikat hati konsumen untuk memilikinya. 

 

Pamor produk lokal belakangan memang banyak menjadi buruan konsumen. Mulai dari makanan hingga kebutuhan lainnya tetap menjadi favorit banyak orang.

 

Strategi Produksi 

 

Belasan tahun dari perusahaan sepatu Compass tidak lantas dilupakan begitu saja. Saat proses rebranding, Aji dengan hobinya menggambar sepatu ini memutuskan untuk memakai spirit kekeluargaan dalam produksi dan pemasaran sneakers ini.

 

Hal ini mendasari Aji untuk memakai taglineSepatu Rakyat” dan juga sebutan “Teman Compass” untuk pecinta brand sepatu ini. Dengan membawa tanggung jawab usaha estafet dari generasi ke generasi, Aji dan manajemen perusahaan juga tidak mau langsung menaikan angka produksi melebihi kapasitas dan kemampuan sumber daya mereka.  Dengan strategi bisnis tersebut Aji dan timnya sukses membawa sepatu lokal ini menjadi idaman millenial. 

 

Kalau pada tahun 2019 jumlah produksinya sekitar 3000 pasang per bulan, saat ini kenaikan produksi juga dibatasi 4500-5000 pasang per bulan. Dengan melihat kemampuan produksi tersebut, diharapkan standar kualitas sneakers yang dipasarkan tetap terjaga dan tidak mengecewakan pelanggan. 

 

Banyaknya peminat dan pecinta sepatu compass membuat toko-toko online yang berjualan sepatu menaikkan harga jual nya. Tidak tanggung-tanggung bisa mencapai 2x lipat dari harga jual toko resminya. 

 

Hal ini tidak menyurutkan para millenial pencari sepatu lokal berburu mencari reseller atau pihak ketiga yang menjualnya lebih mahal. Hal ini dikarenakan karena permintaan tinggi sedangkan jumlah produksinya tetap dibatasi sesuai dengan kemampuan pabriknya.

 

1 thought on “Sepatu Lokal Idaman Millenial yang Sukses Naik Kelas Saingi Brand Luar”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *