UMKM Jadi Penyangga Ekonomi di Tengah Serangan Virus Corona

Serangan virus corona memang telah menjadi hantaman keras bagi perekonomian global. Meskipun demikian UMKM diyakini dapat menjadi penyangga ekonomi nasional dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ia mengatakan bahwa UMKM bisa tampil sebagai tulang punggung dalam menggerakan ekonomi lokal.

 

 

umkm di tengah virus corona

 

 

Bagi perusahan besar, pastinya harus menunggu hingga situasi membaik untuk pengembangan bisnisnya. Berbeda dengan UMKM yang dinamis harus tetap berjalan meskipun keuntungan tidak sebesar biasanya. 

 

Menurut Teten, momen ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat membeli dan mengkonsumsi produk UMKM. Sebelumnya pada situasi krisis beberapa tahun lalu, UMKM menjadi andalan dalam penyerapan tenaga kerja dan substitusi produk-produk baik konsumsi maupun setengah jadi.

 

Kepanikan masyarakat atas serangan virus Corona ini memang sempat meresahkan masyarakat. Namun menurut Teten masyarakat tidak perlu panik akan kekurangan bahan konsumsi. UMKM mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama daya beli masih terjaga dan kegiatan UMKM terus aktif.

 

Pemerintah harus memastikan seluruh usaha mikro dan kecil tetap berjalan demi menopang perekonomian di segala kondisi. Mengingat hingga kini jumlah usaha mikro telah mendominasi hingga mencapai 63 juta unit di Indonesia. 

 

Potensi kerugian ekonomi global yang ditimbulkan dari merebaknya virus Corona diperkirakan Bloomberg menyentuh angka USD 2,7 triliun. Selain itu resesi juga diperkirakan terjadi di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, China hingga kawasan Eropa. 

 

Demi mendukung UMKM menjadi penggerak ekonomi, pemerintah telah menyiapkan stimulus terkait peningkatan perkembangan UMKM. Stimulus ini diharapkan dapat mendorong UMKM lebih memiliki daya saing dan kontribusi yang luar biasa bagi perekonomian nasional. 

 

Jika asumsi stimulus yang dipersiapkan pemerintah berhasil berjalan dengan baik dan virus Corona bisa ditangani, maka potensi perbaikan ekonomi akan terlihat hasilnya hingga 2 semester ke depan. 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *