Intip Peluang Usaha Bumbu Masak Instan yang Bisa Mulai di Rumah

Kini banyak ibu rumah tangga yang mulai melebarkan kiprahnya dalam dunia karir. Ada banyak kisah sukses ibu rumah tangga yang berhasil dalam menjalankan bisnisnya meskipun sibuk dengan kesehariannya di rumah. Hal inilah yang membuat para ibu rumah tangga tertarik dengan segala sesuatu yang serba praktis. Dimana semua kepraktisan itu dapat mempermudah segala aktivitas mereka. Pernahkah Anda menimbang bagaimana potensi usaha bumbu masak instan? 

 

Bumbu masak instan kini memang tengah booming di kalangan masyarakat. Produk ini menjadi salah satu solusi bagi para ibu rumah tangga yang malas repot dengan urusan dapur. Selain praktis, tentunya citarasa dari masakan yang menggunakan bumbu masak instan akan lebih maksimal. 

 

usaha bumbu masak instan
sumber foto: blibli.com

 

Baca juga: Jual Bumbu Rempah Rencengan Modal 600 Ribu Untung Puluhan Juta

 

Terkadang kita sering kesulitan menemukan beberapa bumbu tertentu untuk mengolah hidangan. Oleh karena itu, bumbu masak instan menjadi alternatif yang tepat dalam memberikan kemudahan aktivitas dapur. Anda tidak perlu membeli dan mengolah satu persatu bahan yang diperlukan untuk membuat suatu hidangan.

 

Berikut ini kami akan bagikan sebuah kisah inspiratif dari seorang wanita bernama Fatmawati yang menggeluti usaha bumbu masak instan. Awalnya ia merasakan sendiri bagaimana beratnya menjalani dua profesi sekaligus sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir di kota Jakarta.

 

Kemudian beliau mencoba mencari sebuah ide usaha sampingan yang menguntungkan.  Pada akhirnya ia tertarik untuk menekuni bidang pemasok makanan siap saji ini secara pribadi. Dan pilihannya adalah pada bumbu masak. Menurut pandangannya persaingan di pasaran masih belum banyak dan dipastikan semua orang membutuhkan bumbu masak instan.  

 

Sebagai sarjana dari Universitas Gadjah Mada fakultas teknologi pangan, ia cukup memahami bidang yang digelutinya. Hal ini termasuk dalam urusan biaya operasional dan  teknik pembuatan produk yang lebih baik.

 

Menurutnya, membuat usaha bumbu masak basah memang sekilas lebih mudah meyakinkan pasar. Selain itu, bagi perusahaan kecil usaha bisnis bumbu masak instan dipastikan menguntungkan. Meskipun dari sisi biaya produksi menurutnya lebih mahal karena proses operasi yang lebih lama.

 

Namun dengan menyajikan bumbu kering, meski harus menyediakan modal awal lebih besar untuk menyediakan mesin pengeringan dengan sistem spray dryer. Rupanya biaya produksi cukup sesuai dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat dan efisien.

 

Menurut Fatmawati sendiri, produk bumbu kering lebih tahan lama jika dibandingkan dengan produk bumbu basah dengan kadar minyak rendah sehingga lebih sehat dan rendah kolesterol.

 

Pasalnya untuk mengawetkan bumbu basah, biasanya produsen akan menumis bumbu sampai tanak dengan minyak goreng, proses penumisan ini memakan waktu lama dalam suhu rendah sehingga akhirnya minyak menyatu dalam bumbu dan meningkatkan kadar kolesterol pada bumbu.

 

usaha bumbu masak instan
sumber foto: shopee

 

Baca juga: Ide Usaha Modal Kecil Untung Besar, Usaha Rumahan Bumbu Giling dan Rempah Herbal

 

Usaha bumbu masak instan yang dijalaninya bermodal sebesar 65 juta. Modal tersebut beliau dapat dari pesangonnya ketika mengundurkan diri dari pekerjaan. Ia menyiapkan usaha bumbu masak yang kemudian diberi merek “Bumbu Kering Al-Fath” yang berasal dari namanya sendiri dalam bahasa Arab yang artinya pembawa berkah.

 

Beliau juga melakukan perburuan bahan baku aneka bumbu dasar seperti bawang merah, bawah putih, kunyit, jahe, kemiri, laos, aneka rempah dan bumbu lainnya di pasar induk terdekat. Awalnya Fatma hanya membeli secara rutin karena belum memiliki langganan. 

 

Namun dengan berjalannya usaha dan peningkatan penjualan, Fatma akhirnya menjalin kerjasama dengan pedagang untuk menyuplai secara rutin bahan bumbu dapur mereka ke dapur produksi di kawasan Cipulir, Jakarta.

 

Pada awalnya memang tidak mudah bagi Fatma memasarkan produk bumbu keringnya ini ke pasar. Kebanyakan konsumen ragu dengan bumbu masak dan lebih tertarik pada bumbu masak basah. Namun Fatma tak habis akal, beliau mulai memperkenalkan produknya pada bazar menjelang lebaran pada satu kesempatan dengan menyajikan hidangan hasil olahan dengan bumbu keringnya secara gratis ke pengunjung.

 

Rasa yang tetap enak dan menggoda lidah ternyata sukses membuat banyak konsumen menjajal bumbu kering buatan Fatma yang dibandrol dengan harga kisaran 3000 untuk kemasan kecil dan 5500 untuk kemasan medium juga 8500 untuk kemasan industri. 

 

Tidak hanya itu, untuk mendapatkan keyakinan pasar, dalam 6 bulan usahanya berjalan, Fatma mencoba menerapkan ijin BPOM dan sertifikasi halal. Bahkan beliau juga memperbarui kemasannya menjadi lebih modern dan menarik.

 

Meski lagi-lagi harus menguras modal besar sampai setidaknya 8 jutaan, kini Fatma semakin sukses karena bisa menembus pasar supermarket di daerahnya. Tidak hanya itu, Fatma juga sukses menjadi pemasok bumbu untuk beberapa resto dan rumah makan di beberapa kawasan sekitar Jabodetabek. 

 

Sampai akhirnya, Fatma harus membangun pabrik produksi lebih besar di dekat rumah tinggal yang kini harus memproduksi setidaknya 12 jenis bumbu. Seperti bumbu rendang, opor, soto, rawon, gulai, 3 pilihan rasa ayam goreng, 3 pilihan rasa ayam bakar dan bahan bumbu ikan. Setidaknya dalam satu hari Fatma memproduksi 1500 kemasan bumbu masak yang dijalankan oleh sekitar 10 tenaga kerja. Jangan kaget kalau dari sini Fatma bisa membukukan omsetnya sekitar 250 juta tiap bulan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *