Usaha Catering Ibu Rumah Tangga yang Sukses Hasilkan Omset Ratusan Juta

Pada tahun 2013 seorang ibu muda bernama Asmara Dewi membuka usaha catering yang ia namai seperti Namanya sendiri yaitu “Asmara Catering”. Bisnis ini berdiri di kota Jakarta. Meskipun berawal dari modal pas-pasan, hingga kini usaha cateringnya patut diperhitungkan. Seperti apa sepak terjang ibu rumah tangga ini yang sukses dengan bisnis rumahannya?

 

Banyak orang yang penasaran dengan kiat-kiat membuka usaha dengan modal minim, apa Anda salah satunya? Karena disini kami akan membahas mengenai bagaimana Ibu rumah tangga ini menghantarkan kesuksesannya sendiri. 

 

Awal Mula Bisnis Usaha Catering

 

usaha catering
sumber foto: sites.google.com

 

Asmara terpaksa harus resign dari pekerjaannya pada pertengahan tahun 2012 karena kehamilannya yang bermasalah. Ia diharuskan menjalankan bed rest selama kehamilan. Tentu saja hal tersebut membuatnya tidak memungkinkan bekerja di kantor seperti biasa. Hingga akhirnya ia fokus untuk kelahiran dan membesarkan buah hatinya di rumah.

 

Namun begitu si kecil mulai berusia 8 bulan, Asmara mulai bosan dengan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, apalagi dia sudah terbiasa bekerja kantoran sebelumnya.  Namun dengan status ibu satu anak ditambah usianya kini, rasanya memang tidak lagi memungkinkan mencari pekerjaan. Dari sanalah muncul ide briliannya untuk menjajal bisnis. kate

 

Baca juga: Inspirasi Bisnis Ibu Rumah Tangga yang Tidak Bisa Diremehkan

 

Ide usaha catering tidak datang sekonyong-konyong, bahkan Asmara sudah menjajal beberapa ide bisnis. Hingga akhirnya pada satu kesempatan, ia bertemu dengan sepupunya yang seorang chef dan menganggur karena restoran tempatnya bekerja bangkrut. Setelah obrolan beberapa kali, Asmara mencoba menjajal bisnis catering dengan modal awal ketika itu hanya 20 juta.

 

Sang sepupu Edwin menyarankannya untuk memulai dari modal terbatas dulu dan mengembangkan usaha ini sambil berjalan. Usul Edwin ini diakui memang sangat tepat, karena rupanya di awal pesanan yang diterima oleh usaha catering Asmara masih sangat terbatas. Asmara awalnya hanya melayani pernikahan dalam skala kecil dan beberapa nasi kotak untuk acara-acara. Dalam satu bulan biasanya hanya melayani 5 -10 klien dengan jumlah tak lebih dari 300 porsi.

 

Pada awal usaha, kebanyakan klien Asmara adalah rekan dan koleganya sendiri. Tapi melihat penjualan begitu berkembang Asmara sadar harus ada strategi pemasaran khusus untuk membuat usahanya benar-benar terwujud menjadi bisnis yang menguntungkan.  

 

Strategi Pemasaran

 

usaha catering
sumber foto: balivetman.wordpress

 

Asmara mulai dengan mencetak leaflet kecil yang disebarkan melalui agen koran. Setiap koran nasional dia minta agen untuk menyelipkan selembar leaflet baik itu untuk pelanggan atau pembeli lepas. Untuk jasanya, tiap harinya agen tersebut akan mendapat bayaran 30 ribu.

 

Tidak hanya itu, Asmara juga menjalin kerjasama dengan beberapa wedding dan event organizer dan beberapa kerabatnya untuk menjadi marketing lepas. Kedua ide ini memang sangat efektif dalam meningkatkan jumlah pelanggan. Karena sedikitnya dalam satu bulan setelah penerapan metode pemasaran selama 3 bulan, Asmara Catering bisa mengeruk omset hingga 200 juta.

 

Asmara dan Edwin sang sepupu mulai melihat potensi yang bisa mereka kembangkan.  Setelah sepakat menambah kapasitas produksi dan pelayanan, Asmara menerapkan lagi teknik pemasaran yang lain. Ia mendapat ide dari sebuah usaha catering senior yang menerapkan konsep luar biasa.

 

Yakni dengan memberikan bonus honeymoon di dua cottage ternama, satu di Anyer dan satu di Puncak pass. Pelanggan cukup memilih tempat mana yang mereka sukai. Biasanya paket bonus ini antara 2 hari sampai 4 hari tergantung jumlah pesanan yang masuk dari klien yang bersangkutan.

 

Ide ini benar-benar sukses meledakan usaha Asmara dan Edwin. Dari sini dalam satu bulan saja Asmara bisa meraih omset tak kurang dari 400 juta bahkan menurutnya bisa sampai 600 juta bila sudah musim pernikahan.

 

Dari modal hanya 20 juta di awal usaha dengan peralatan serba pas-pasan, kini aset Asmara sudah meningkat berkali-kali lipat. Hingga saat ini, Asmara sudah membeli bangunan terpisah dari rumah tinggal untuk khusus unit produksi saja dan mess bagi karyawannya yang sudah mencapai 38 orang. Ditambah lagi kini Asmara juga sudah memiliki 3 mobil pengangkut. Asmara akui peralatan dan aset ini dia beli secara bertahap sesuai perkembangan kapasitas yang diperlukan, sesuai dengan saran Edwin di awal usaha.

 

Sistem kerja dalam bisnis yang menguntungkan milik Asmara ini memang cukup unik.  Karena manajemen dan pemasaran dikelola oleh Asmara yang sama sekali tidak masuk ke dapur. Sedangkan urusan dapur dikelola oleh Edwin sang sepupu. Menurut Asmara cara ini sangat efektif karena kedua pihak bisa fokus pada tugas masing-masing.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *